Tito Sebut KPUD dan Bawaslu Sebagai Sumber Konflik Pilkada: Banyak Orang Titipan, Aparat Kena Imbas ‘Cuci Piring’

- Redaksi

Kamis, 14 November 2024 - 17:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, GBRNews.id –Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan sebagian besar sumber konflik pilkada berasal dari ketidaknetralan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

Tito mengungkap ada calon kepala daerah yang sudah menaruh orang sejak awal di KPUD. Hal itu dilakukan untuk mempengaruhi penyelenggaraan pemilu.

“Mohon maaf, hampir 50-60 persen persoalannya, awalnya dari KPU. Bukan KPU pusat ya, KPUD. Karena masang anggota KPU komisioner,” kata Tito pada Rakor Kesiapsiagaan dan Kelancaran Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 di Jakarta, Rabu (13/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menjelaskan bahwa pemilihan anggota KPUD saat ini telah mirip dengan kompetisi pemilihan kepala daerah, di mana masing-masing calon kepala daerah mencoba menempatkan loyalis mereka di posisi strategis untuk memengaruhi proses pemilu.

Tito juga menyoroti situasi serupa pada pemilihan anggota Badan Pengawas Pemilu Daerah (Bawaslu Daerah).

Menurutnya, ketidaknetralan para penyelenggara menjadi faktor utama pemicu konflik pilkada di berbagai daerah.

“Jika penyelenggara tidak netral, aparat keamanan pada akhirnya hanya akan ‘cuci piring’ dan menangani dampak konflik yang muncul,” ujarnya.

Tito mengimbau agar aparat penegak hukum bersikap tegas terhadap netralitas penyelenggara.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kemampuan aparat keamanan, termasuk TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN), dalam memetakan potensi konflik di wilayah menjelang Pilkada 2024.

“Penguasaan informasi dan kemampuan intelijen dalam memetakan potensi konflik di setiap daerah menjadi kunci untuk memastikan Pilkada yang aman dan damai,” tegas Tito. **

 

Berita Terkait

Liga Sepak Takraw Indonesia 2026, Putra NTT Satu Grup dengan Jatim, Jateng dan NTB
SIM Digital Resmi Diluncurkan, Pengendara Kini Bisa Tunjukkan SIM Lewat Ponsel
NTT Siap Bersaing di Liga Sepaktakraw Indonesia 2026 Zona Jawa-Bali-Nusra
NTT Jadi Raja Sapi Kurban Nasional, Pasokan ke Jakarta Melonjak Jelang Iduladha 2026
Jokowi Dikabarkan ke NTT Juni Mendatang, Pengembangan Rumput Laut Jadi Prioritas
NTT Rajai Peternakan Babi Nasional, Ini 10 Provinsi Terbanyak Tahun 2025
Resmi! Hasil Sidang Isbat Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Sabtu 21 Maret
Akta PPJB 40 Ha untuk Hotel St. Regis Labuan Bajo Diduga Fiktif, Warga Sebut Modus Mafia Tanah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:02 WITA

Liga Sepak Takraw Indonesia 2026, Putra NTT Satu Grup dengan Jatim, Jateng dan NTB

Senin, 25 Mei 2026 - 00:52 WITA

SIM Digital Resmi Diluncurkan, Pengendara Kini Bisa Tunjukkan SIM Lewat Ponsel

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:27 WITA

NTT Siap Bersaing di Liga Sepaktakraw Indonesia 2026 Zona Jawa-Bali-Nusra

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:20 WITA

NTT Jadi Raja Sapi Kurban Nasional, Pasokan ke Jakarta Melonjak Jelang Iduladha 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 00:48 WITA

Jokowi Dikabarkan ke NTT Juni Mendatang, Pengembangan Rumput Laut Jadi Prioritas

Berita Terbaru