LABUAN BAJO, GBRNews.id – Mantan Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo atau Jokowi disebut berpeluang melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Juni 2026 mendatang.
Kunjungan tersebut dikabarkan berkaitan dengan pengembangan komoditas rumput laut yang belakangan menjadi perhatian di wilayah timur Indonesia.
Informasi itu disampaikan Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Damanik dalam program Kompas Petang yang dikutip dari KompasTV, Minggu (17/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Freddy mengatakan hingga kini belum ada kepastian mengenai tanggal maupun lokasi kunjungan Jokowi. Meski demikian, NTT disebut menjadi salah satu daerah yang paling berpeluang dikunjungi.
“Kita belum tahu persisnya tanggal berapa dan lokasinya juga, tapi memang sudah ada beberapa alternatif tempat. Yang paling menguat itu sepertinya ke NTT, karena di sana ada permintaan dari sana untuk pengembangan komoditas rumput laut,” ujar Freddy.
Menurut dia, Jokowi ingin kembali menyapa masyarakat secara langsung setelah kondisi kesehatannya membaik. Namun, keputusan akhir mengenai kunjungan tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.
Freddy menjelaskan, Jokowi selama ini memiliki kebiasaan menyeleksi berbagai permintaan dari relawan, masyarakat hingga tokoh daerah sebelum memastikan agenda kunjungannya.
“Kalau sudah ada konfirmasi, biasanya relawan di lokasi akan mendampingi beliau selama kegiatan berlangsung,” katanya.
Dalam program yang sama, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya menilai rencana Jokowi kembali keliling Indonesia tidak bisa dilepaskan dari nuansa politik.
“Kalau bicara politik atau tidak, ya pasti, karena Pak Jokowi adalah manusia politik,” ujar Yunarto.
Ia menilai, kehadiran Jokowi di tengah masyarakat berpotensi menguntungkan kelompok politik yang masih menjadikan mantan presiden tersebut sebagai payung elektoral.
Menurut Yunarto, di tengah munculnya berbagai kontroversi kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, muncul fenomena kerinduan sebagian masyarakat terhadap masa pemerintahan Jokowi.
“Sehingga menjadi sangat lumrah dalam logika kepuasan publik, orang cenderung sebagian di antaranya akan rindu kembali ke masa Jokowi,” ucapnya.
Yunarto pun mempertanyakan arah “turun gunung” Jokowi kali ini.
Ia menilai, langkah tersebut bisa saja menjadi upaya menjelaskan berbagai kontroversi kebijakan pemerintah saat ini, atau justru memperkuat nostalgia publik terhadap kepemimpinan Jokowi sebelumnya.
Meski demikian, Yunarto berharap Jokowi hadir untuk membantu meredam berbagai polemik yang berkembang di tengah masyarakat.
Sebelumnya, Freddy Damanik juga mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan Jokowi kini disebut telah pulih hingga 99 persen. Dengan kondisi tersebut, Jokowi dikabarkan siap kembali melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia mulai Juni 2026.
“Rencananya bulan depan, bulan Juni, beliau sudah akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat,” kata Freddy.**
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










