LABUAN BAJO, GBRNews.id – Berawal dari candaan saat berbincang dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, justru mendapat bantuan kendaraan operasional untuk pemerintah daerah. Tak hanya satu unit truk roda enam, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) juga menerima dua unit sepeda motor.
Cerita tersebut diungkapkan Bupati Edi Endi saat menyampaikan laporan dalam Rapat Paripurna Ke-4 DPRD Kabupaten Manggarai Barat dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar RAPBD Tahun Anggaran 2027, Selasa (13/10/2026) sore.
Ia mengaku, permintaan kendaraan besar kepada Kepala BNPB awalnya hanya sebatas candaan. Namun, kendaraan yang diharapkan untuk mendukung penanganan bencana itu akhirnya benar-benar tiba di Manggarai Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya pikir ngobrolnya itu ringan, tidak bermaksud apa-apa. Saya bercanda minta kendaraan besar di Kepala BNPB. Puji Tuhan, kendaraannya sudah tiba di kantor BPBD hari Senin yang lalu,” ungkap Bupati Manggarai Barat dua periode tersebut.
Bantuan tersebut terdiri atas satu unit truk roda enam dan dua unit sepeda motor. Kendaraan itu akan mendukung operasional penanganan bencana, terutama dalam pendistribusian logistik kepada masyarakat terdampak.
Menariknya, truk tersebut dilengkapi fasilitas pendingin udara atau AC. Fasilitas itu pun menjadi bahan candaan Bupati Edi saat menceritakan bantuan yang diterima Pemkab Mabar.
“Luar biasanya kendaraan ini, walaupun truk tapi di dalamnya lengkap dengan AC. Ternyata bukan hanya manusia yang butuh AC, barang-barang yang dimuat juga dapat rasa dinginnya,” canda Bupati Edi Endi.
Di balik bantuan kendaraan tersebut, Bupati Edi menyebut adanya dugaan apresiasi dari pemerintah pusat terhadap kinerja Pemkab Mabar dalam pendataan dan verifikasi korban gempa bumi pada 15 Agustus 2026.
Menurutnya, proses pendataan dilakukan secara digital dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk penyuluh keluarga berencana (KB) dan penyuluh pertanian.
“Konon ini salah satu reward karena penyajian data lewat digitalisasi terkait pendataan korban bencana termasuk verifikasi yang kita libatkan personel dari penyuluh KB dan penyuluh pertanian,” jelasnya.
Bupati Edi Endi juga meyakini Manggarai Barat berpeluang memperoleh dukungan tambahan dari pemerintah pusat. Ia menilai, penanganan bencana di daerah tersebut dilakukan secara kolaboratif, bukan hanya mengandalkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Keyakinan kami akan ada lagi reward karena katanya penanganan bencana kita agak baik. Kita tidak hanya menyerahkan ke BPBD untuk mengurus. Nyaris BPBD di sini hanya mencatat barang masuk dan barang keluar. Yang mendistribusikan melibatkan seluruh unit kerja,” katanya.
Ia menjelaskan, distribusi logistik bencana melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai instansi, mulai dari kepolisian, kejaksaan, pengadilan negeri, pengadilan agama, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), pihak bandara hingga karantina kesehatan.

Kendaraan dinas dari masing-masing instansi juga dimanfaatkan untuk mendukung penyaluran logistik kepada masyarakat terdampak.
Kini, candaan Bupati Edi Endi yang berujung bantuan nyata itu menghadirkan tambahan sarana operasional bagi Pemkab Mabar. Satu truk dan dua sepeda motor tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan transportasi dalam penanganan bencana di Manggarai Barat. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










