Pioner Cafe Dikeluhkan, Warga Desak Pembatasan Waktu Operasional

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025 - 17:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, GBRNews.id – Suasana tenang di Labuan Bajo berubah tegang pada Rabu dini hari (15/10/2025). Sekitar pukul 01.18 Wita, kericuhan pecah di Pioner Cafe, Jalan Sunu, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo.

Seorang pengunjung bernama Kibo yang diduga mabuk berat bertindak agresif dan memancing keributan. Aksi brutalnya membuat pengunjung lain ketakutan, sementara pihak keamanan kafe berupaya keras menenangkan situasi. Namun, ketegangan justru memuncak dengan tarik-menarik dan nyaris adu pukul di area depan kafe.

Keributan itu berlanjut hingga ke trotoar jalan, bahkan mengganggu pengguna jalan yang melintas. Beberapa kendaraan roda dua dan empat yang parkir di bahu jalan semakin mempersempit akses, membuat situasi semakin semrawut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ributnya sampai keluar jalan. Orang mabuk itu sudah tidak bisa dikendalikan, security sampai kewalahan,” ujar seorang warga di sekitar lokasi.

Warga mengaku semakin resah karena Pioner Cafe berdiri di tengah permukiman padat dan tak jauh dari Puskesmas Labuan Bajo. Suara bising musik hingga dini hari dan gangguan akibat pengunjung mabuk sudah lama dikeluhkan.

Kini, setelah insiden itu, warga mendesak pemerintah daerah dan pihak berwenang menetapkan aturan tegas soal jam operasional kafe.

“Sudah sering kami terganggu. Kafe buka sampai subuh, musik keras, tamu mabuk. Kami butuh ketenangan, bukan keributan setiap malam. Pemerintah harus tegas mengatur jam buka kafe seperti ini,” tegas salah satu warga dengan nada kesal, yang enggan disebutkan namanya.

Situasi di lokasi sudah kembali kondusif, namun sorotan publik kini tertuju pada lemahnya pengawasan terhadap aktivitas malam di pusat kota wisata itu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Pioner Cafe belum memberikan keterangan resmi, sementara aparat belum menindaklanjuti laporan warga terkait insiden tersebut. **

Penulis : Sarifudin

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Usai Jadi Tersangka, Polres Mabar Kebut Berkas Emiliana Helni ke Kejaksaan
Hampir 2 Bulan Pascagempa, 240 Huntara Tahap Satu di Mabar Belum Dibangun
Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:18 WITA

Usai Jadi Tersangka, Polres Mabar Kebut Berkas Emiliana Helni ke Kejaksaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Hampir 2 Bulan Pascagempa, 240 Huntara Tahap Satu di Mabar Belum Dibangun

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Berita Terbaru