Sinergi Hijau IFG Life dan Trisakti Bersama Pemkab Mabar Tanam 500 Mangrove di Seraya

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025 - 16:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, GBRNews.id – Dari tepian Pulau Seraya Kecil, semangat hijau bergema untuk dunia. Sebanyak 500 bibit mangrove ditanam di pesisir pulau eksotis yang masuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (13/12/2025).

Aksi bertajuk “Dari Seraya untuk Dunia: Menanam Mangrove, Menyemai Keberlanjutan” ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap bumi.

Program tersebut digagas oleh PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) — anggota BUMN Holding IFG (Asuransi, Penjaminan, dan Investasi) — berkolaborasi dengan CECT Sustainability Universitas Trisakti, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, serta berbagai komunitas seperti GAHAWISRI, P3KOM, Askawi, IWP (Indonesian Waste Platform), pelajar, dan masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Divisi Pengadaan dan Pengelolaan Aset IFG, Fiman Anindra, menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program keberlanjutan perusahaan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Menanam mangrove bukan sekadar aksi simbolis, tapi bentuk tanggung jawab kita terhadap bumi. Ekonomi tidak hanya ditopang oleh transaksi, tapi juga oleh keseimbangan alam yang menopang kehidupan,” ujarnya.

Menurutnya, IFG Life bersama CECT Trisakti merancang program ini secara komprehensif — mulai dari survei lahan, pemilihan jenis mangrove yang sesuai, hingga pemantauan pertumbuhan secara berkala untuk memastikan kelangsungan hidup pohon.

Mangrove, lanjutnya, tak hanya berfungsi menahan abrasi dan menjadi habitat biota laut, tapi juga berperan penting dalam menyerap karbon dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, yang hadir dalam kegiatan itu, menyambut baik sinergi antara BUMN, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat lokal.

“Menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama. Ini bukan sekadar menanam pohon, tapi menanam masa depan,” tegasnya.

Weng juga mengingatkan bahwa Pemkab Manggarai Barat telah menjalankan program penanaman bambu di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem dan cadangan oksigen.

“Bakau ini bukan untuk bupati atau wakil bupati, tapi untuk masyarakat. Jangan ditebang, jangan dirusak. Kalau ada yang melanggar, tegur. Ini warisan untuk anak cucu kita,” pesan Wakil Bupati Manggarai Barat dua periode itu.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari CECT Sustainability Universitas Trisakti, Marta Muslin Tulis, memberikan edukasi lingkungan tentang peran vital mangrove bagi keberlanjutan ekosistem pesisir.

Perempuan yang akrab disapa Ica Tulis itu menjelaskan, pihaknya bersama IWP konsisten melakukan aksi lingkungan di kawasan Labuan Bajo, mulai dari penanaman mangrove dan koral hingga pembersihan sampah plastik di pulau-pulau sekitar.

“Mangrove bukan hanya pelindung pantai, tapi rumah bagi ribuan makhluk laut. Menanamnya berarti melindungi kehidupan,” ujarnya.

IFG Life berkolaborasi dengan CECT Sustainability Universitas Trisakti, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, serta berbagai komunitas seperti GAHAWISRI, P3KOM, Askawi, IWP (Indonesian Waste Platform), pelajar, dan masyarakat lokal, tanam 500 bibit mangrove di Pulau Seraya Kecil, Kamis (13/12/2025).

Setelah sesi edukasi, suasana berubah hangat dan penuh semangat. Para relawan, pelajar, pejabat, dan masyarakat setempat bahu-membahu menanam bibit di pasir Seraya — menghadirkan pemandangan yang sarat harapan.

Gelak tawa, tangan berlumpur, dan langkah bersama menciptakan harmoni: manusia dan alam kembali menyatu.

Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, IFG Life dan seluruh mitra menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar slogan, melainkan gerakan bersama. Dari Seraya, pesan hijau ini menggema ke seluruh penjuru: menjaga alam berarti menjaga kehidupan.

“Hari ini kita menanam pohon, tapi sesungguhnya kita sedang menanam masa depan,” tutup Fiman. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru