Sepak Takraw Manggarai Barat Pernah Mendulang Emas Terbanyak di Porprov

- Redaksi

Minggu, 26 Oktober 2025 - 00:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, GBRNews.id – Open Turnamen Sepak Takraw Labuan Bajo 2025 resmi digelar, menandai kebangkitan olahraga takraw yang sempat vakum selama tiga tahun di Manggarai Barat. Kegiatan berlangsung meriah, Sabtu (25/10) sore, di Lapangan Wae Kesambi, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, diikuti 12 klub dari berbagai wilayah.

Sorak semangat penonton dan pemain mewarnai pertandingan pembuka yang mempertemukan Scatters vs Komodo Access, disusul laga WTDR vs GAR, dan KBLM vs Prima Junior. Turnamen ini menjadi momentum penting bagi dunia olahraga Manggarai Barat untuk kembali menghidupkan tradisi takraw yang pernah berjaya.

Turut hadir dalam pembukaan, Perwakilan Dinas PKO Manggarai Barat, Valentino Tolen, Ketua KONI Manggarai Barat, Yeremias Unggas, Kades Batu Cermin, Marianus Yono Jehanu, serta tamu undangan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua KONI Manggarai Barat, Yeremias Unggas, dalam sambutannya mengapresiasi panitia atas terselenggaranya turnamen ini. Ia menegaskan, KONI tidak menutup mata terhadap cabang olahraga apa pun, termasuk sepak takraw.

“Porprov 2018 itu final paling seru — Manggarai Barat melawan Sabu Raijua. Kita juara dua umum, tapi juara satu perorangan. Sejak saat itu takraw sempat mati suri, dan hari ini akhirnya pecah telur,” kisah Yeremias disambut tepuk tangan meriah.

Sambutan Ketua KONI Manggarai Barat, Yeremias Unggas, pada Pembukaan Open Turnamen Sepak Takraw Labuan Bajo, Sabtu (25/10/2025) sore. [Foto Rino/GBRNews]
Ia juga mengenang masa kejayaan takraw Manggarai Barat (Mabar) yang pernah mendulang medali emas terbanyak di Porprov dan mengangkat posisi Manggarai Barat dari peringkat ke-17 menjadi ke-11 se-NTT.

“Beberapa cabang olahraga Manggarai Barat saat itu bahkan sudah sampai ke tahap seleksi Pra PON, termasuk takraw. Namun di ajang PON, kita harus mengakui kekalahan dan belum berhasil melangkah lebih jauh. Meski begitu, prestasi para atlet sudah luar biasa dan membanggakan,” jelasnya.

Ketua KONI juga mengungkapkan bahwa para atlet Porprov 2018 sebagian besar berasal dari wilayah kepulauan Manggarai Barat.

“Atlet kita saat itu banyak dari anak-anak kepulauan. Ke depan, anak-anak di wilayah pegunungan juga harus menunjukkan skill terbaiknya. Ini momentum untuk bangkit bersama,” ujarnya.

Suasana Apel Pembukaan Diikuti 12 Klub dari Berbagai Wilayah di Manggarai Barat, Sabtu (25/10/2025) sore. [Foto Rino/GBRNews]
Namun, selama tiga tahun terakhir, olahraga ini vakum akibat persoalan manajemen organisasi, bukan karena ketiadaan dana.

“KONI selalu siap mendukung. Masalahnya bukan di dana, tapi di pengelolaan. Sekarang saatnya bangkit,” tegasnya.

Yeremias menegaskan, KONI Manggarai Barat akan terus mendukung pembinaan atlet takraw agar kembali berprestasi di ajang daerah maupun nasional. Ia berharap turnamen ini menjadi langkah awal kebangkitan jelang Porprov 2026.

“Tunjukkan bahwa sepak takraw Manggarai Barat adalah olahraga yang disegani di NTT,” tutupnya.

Sambutan Kepala Desa Batu Cermin, Marianus Yono Jehanu, pada Pembukaan Open Turnamen Sepak Takraw Labuan Bajo, Sabtu (25/10/2025) sore. [Foto Rino/GBRNews]
Kepala Desa Batu Cermin, Marianus Yono Jehanu, turut memberikan apresiasi kepada panitia dan para atlet. Ia menyampaikan, Pemerintah Desa Batu Cermin bersama masyarakat dan pemuda setempat mendukung penuh pelaksanaan turnamen ini.

“Terima kasih sudah memilih Lapangan Wae Kesambi. Dari kami pemerintah desa, sesepuh, dan pemuda memberikan izin dan dukungan penuh agar kegiatan ini berjalan lancar,” ujar Kades Yono, begitu disapanya.

Sebagai Ketua Askab PSSI Manggarai Barat, Yono juga menilai olahraga takraw memiliki keunikan tersendiri.

“Gerakannya luar biasa, seperti kungfu master — penuh salto dan ketangkasan,” ungkapya sambil tersenyum.

Ia mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sportivitas, kenyamanan, dan kebersihan selama turnamen berlangsung, serta menjanjikan hadiah tambahan di akhir kompetisi sebagai bentuk dukungan moral bagi para atlet.

Ketua Panitia, Rofinus Edison Risal, atau akrab disapa Ichal, dalam laporannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang telah mendukung turnamen ini — mulai dari Pemkab Manggarai Barat, KONI, Polres Mabar, Kodim 1612/Manggarai Barat, Pemdes Batu Cermin, tokoh masyarakat Wae Kesambi, hingga para sponsor.

“Hari ini kita memulai era baru takraw setelah tiga tahun vakum. Turnamen ini hadir karena kami melihat banyak atlet potensial di Manggarai Barat yang butuh ruang untuk tampil,” kata Ichal.

Ia menjelaskan, peserta didominasi oleh tim-tim dari wilayah kepulauan. Meski animo tinggi, panitia hanya menampung 12 klub karena keterbatasan teknis dan waktu pendaftaran.

“Ada beberapa tim yang ingin ikut tapi pendaftarannya sudah tutup. Mungkin ini kelemahan kami, tapi ini awal yang baik,” akunya.

 Open Turnamen Sepak Takraw Labuan Bajo 2025 resmi digelar, menandai kebangkitan olahraga takraw yang sempat vakum selama tiga tahun di Manggarai Barat. Kegiatan berlangsung meriah, Sabtu (25/10) sore, di Lapangan Wae Kesambi, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, diikuti 12 klub dari berbagai wilayah. [Foto Rino/GBRNews]
Ichal optimistis, ke depan sepak takraw Manggarai Barat akan semakin maju.

“Kami yakin olahraga ini akan lebih besar dan disegani lagi. Kami berharap pemerintah dan KONI terus memberi perhatian serius terhadap cabor takraw,” pungkasnya.

Ia menutup sambutannya dengan pesan semangat kepada seluruh peserta:

“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tapi ajang mempererat persaudaraan. Junjung tinggi sportifitas dan tunjukkan permainan terbaik kalian di lapangan, tutupnya. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Hampir 2 Bulan Pascagempa, 240 Huntara Tahap Satu di Mabar Belum Dibangun
Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Hampir 2 Bulan Pascagempa, 240 Huntara Tahap Satu di Mabar Belum Dibangun

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Berita Terbaru