LABUAN BAJO, GBRNews.id – Anggota DPRD Manggarai Barat dari Fraksi NasDem, Martinus Mitar, menggelar reses masa sidang II dengan menyasar dua kecamatan, yakni Mbeliling dan Boleng. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai 31 Maret hingga 6 April 2026.
Reses diawali pada Selasa malam (31/3/2026) di Kampung Mejer, Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling. Kehadiran Marten sapaan akrab mantan Ketua DPRD Manggarai Barat itu langsung dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi.
Tanpa basa-basi, warga langsung menyuarakan kebutuhan paling mendesak. Mereka menilai, pembangunan jalan di wilayah lain sudah hampir merata, namun akses Kumbuk–Mejer masih tertinggal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami hanya minta satu saja Pak, tolong perjuangan akses jalan di sini. Karena yang lain sudah hotmix tinggal beberapa kilo saja di sini,” pinta warga serempak.
Permintaan itu bukan tanpa alasan. Jalan yang rusak dinilai menghambat aktivitas harian warga, mulai dari mobilitas hingga distribusi hasil kebun.
Menanggapi hal tersebut, Marten tak menampik kondisi yang ada. Ia mengakui, ruas jalan tersebut memang menjadi salah satu pekerjaan rumah yang belum tuntas.
“Tinggal beberapa kilo saja jalan ini supaya bisa di hotmix,” ujarnya.
Namun demikian, Marten secara terbuka menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Manggarai Barat.
Ia mengungkapkan, penurunan dana transfer dari pemerintah pusat berdampak langsung pada kondisi fiskal daerah. Selain itu, pada tahun anggaran 2025, pemerintah daerah juga memprioritaskan pembiayaan untuk pengangkatan PPPK dan tenaga paruh waktu yang menyerap anggaran cukup besar.
“Untuk P3K dan tenaga paruh waktu saja hampir Rp15 miliar. Akibatnya, anggaran infrastruktur menjadi sangat terbatas,” jelasnya.
Marten menegaskan, keterbukaan ini merupakan bentuk transparansi DPRD terhadap kondisi keuangan daerah. Ia juga menyebut bahwa pada 2026, anggaran infrastruktur di Manggarai Barat masih sangat minim.
Sebagai wakil rakyat, Marten turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika ada aspirasi yang belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
“Bukan karena kami tidak mau, tetapi karena kondisi keuangan daerah yang belum memungkinkan. Namun kami tetap berupaya maksimal agar ke depan ada perubahan fiskal yang lebih baik,” ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap optimistis dan memahami kondisi yang ada. Menurutnya, seluruh aspirasi yang dihimpun melalui reses akan tetap diperjuangkan dalam tahapan perencanaan berikutnya.
“Jangan berputus asa. Semua aspirasi tetap kami akomodir, termasuk perbaikan jalan Kumbuk–Mejer yang kondisinya rusak parah. Ini menjadi catatan penting untuk terus kami perjuangkan,” tutupnya.
Setelah dari Kecamatan Mbeliling, Marten dijadwalkan melanjutkan reses ke Kecamatan Boleng, tepatnya di Desa Pota Wangka dan Desa Golo Sepang. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










