Reses di Mbeliling dan Boleng, Marten Mitar Ungkap Dampak Fiskal Daerah ke Infrastruktur

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 08:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Manggarai Barat dari Fraksi NasDem, Martinus Mitar, saat Reses di Kampung Mejer, Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling, Selasa (31/3/2026) malam. Foto Rino/GBRNews.id

Anggota DPRD Manggarai Barat dari Fraksi NasDem, Martinus Mitar, saat Reses di Kampung Mejer, Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling, Selasa (31/3/2026) malam. Foto Rino/GBRNews.id

LABUAN BAJO, GBRNews.id – Anggota DPRD Manggarai Barat dari Fraksi NasDem, Martinus Mitar, menggelar reses masa sidang II dengan menyasar dua kecamatan, yakni Mbeliling dan Boleng. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai 31 Maret hingga 6 April 2026.

Reses diawali pada Selasa malam (31/3/2026) di Kampung Mejer, Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling. Kehadiran Marten sapaan akrab mantan Ketua DPRD Manggarai Barat itu langsung dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi.

Tanpa basa-basi, warga langsung menyuarakan kebutuhan paling mendesak. Mereka menilai, pembangunan jalan di wilayah lain sudah hampir merata, namun akses Kumbuk–Mejer masih tertinggal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami hanya minta satu saja Pak, tolong perjuangan akses jalan di sini. Karena yang lain sudah hotmix tinggal beberapa kilo saja di sini,” pinta warga serempak.

Permintaan itu bukan tanpa alasan. Jalan yang rusak dinilai menghambat aktivitas harian warga, mulai dari mobilitas hingga distribusi hasil kebun.

Menanggapi hal tersebut, Marten tak menampik kondisi yang ada. Ia mengakui, ruas jalan tersebut memang menjadi salah satu pekerjaan rumah yang belum tuntas.

“Tinggal beberapa kilo saja jalan ini supaya bisa di hotmix,” ujarnya.

Namun demikian, Marten secara terbuka menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Manggarai Barat.

Ia mengungkapkan, penurunan dana transfer dari pemerintah pusat berdampak langsung pada kondisi fiskal daerah. Selain itu, pada tahun anggaran 2025, pemerintah daerah juga memprioritaskan pembiayaan untuk pengangkatan PPPK dan tenaga paruh waktu yang menyerap anggaran cukup besar.

“Untuk P3K dan tenaga paruh waktu saja hampir Rp15 miliar. Akibatnya, anggaran infrastruktur menjadi sangat terbatas,” jelasnya.

Marten menegaskan, keterbukaan ini merupakan bentuk transparansi DPRD terhadap kondisi keuangan daerah. Ia juga menyebut bahwa pada 2026, anggaran infrastruktur di Manggarai Barat masih sangat minim.

Sebagai wakil rakyat, Marten turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika ada aspirasi yang belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

“Bukan karena kami tidak mau, tetapi karena kondisi keuangan daerah yang belum memungkinkan. Namun kami tetap berupaya maksimal agar ke depan ada perubahan fiskal yang lebih baik,” ungkapnya.

Anggota DPRD Manggarai Barat dari Fraksi NasDem, Martinus Mitar, saat Reses di Kampung Mejer, Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling, Selasa (31/3/2026) malam. Foto Rino/GBRNews.id
Anggota DPRD Manggarai Barat dari Fraksi NasDem, Martinus Mitar, saat Reses di Kampung Mejer, Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling, Selasa (31/3/2026) malam. Foto Rino/GBRNews.id

Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap optimistis dan memahami kondisi yang ada. Menurutnya, seluruh aspirasi yang dihimpun melalui reses akan tetap diperjuangkan dalam tahapan perencanaan berikutnya.

“Jangan berputus asa. Semua aspirasi tetap kami akomodir, termasuk perbaikan jalan Kumbuk–Mejer yang kondisinya rusak parah. Ini menjadi catatan penting untuk terus kami perjuangkan,” tutupnya.

Setelah dari Kecamatan Mbeliling, Marten dijadwalkan melanjutkan reses ke Kecamatan Boleng, tepatnya di Desa Pota Wangka dan Desa Golo Sepang. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Hampir 2 Bulan Pascagempa, 240 Huntara Tahap Satu di Mabar Belum Dibangun
Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Hampir 2 Bulan Pascagempa, 240 Huntara Tahap Satu di Mabar Belum Dibangun

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Berita Terbaru