Labuan Bajo, GBRNews.id –Puluhan tahun berlalu, dua bangunan megah di Desa Nggorang, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jembatan Timbang dan Terminal Tipe B menjadi simbol kegagalan pengelolaan anggaran.
Alih-alih menjadi aset strategis, keduanya justru mangkrak dan menuai kritik tajam dari masyarakat.
Jembatan Timbang: 20 Tahun Tanpa Fungsi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dibangun pada 2005, Jembatan Timbang ini berdiri kokoh, tapi tak pernah digunakan hingga 2025.

Fasilitas yang seharusnya mendukung pengelolaan lalu lintas angkutan barang di jalan nasional ini malah menjadi bangunan sia-sia.
Terminal Tipe B: Rp9 Miliar yang Terkubur Sunyi
Terminal Tipe B, dibangun pada 2006 dengan biaya fantastis sebesar Rp9 miliar, seharusnya menjadi pusat transportasi strategis di atas lahan satu hektar.
Namun, alih-alih ramai, terminal ini justru terisolasi di dekat tempat pemakaman umum (TPU), menjadikannya lebih menyerupai “rumah hantu” daripada pusat aktivitas publik.

Terletak hanya 10 kilometer dari Labuan Bajo, pintu pariwisata Manggarai Barat, terminal ini seharusnya mendukung konektivitas daerah.
Namun, hingga kini, fasilitas tersebut kosong melompong tanpa fungsi, mempertegas statusnya sebagai proyek gagal.
Kedua fasilitas ini berada di jalur strategis ruas jalan nasional. Keduanya dibangun berdekatan, sekitar jarak 100 meter.
Selama dua dekade, keberadaan mereka tidak memberikan dampak positif, baik bagi masyarakat maupun untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Publik pun geram, menyebut proyek ini hanya menghabiskan uang negara tanpa asas manfaat. Mereka menuntut langkah konkret dari pemerintah untuk memastikan anggaran publik tidak lagi terbuang sia-sia di masa depan.
“Ini tidak hanya soal bangunan mangkrak, tetapi juga soal bagaimana pemerintah gagal merencanakan dan mengelola anggaran dengan baik,” kata Nadus warga setempat kepada Gbrnews.id, Jum’at (3/1/2025).
Menurutnya, meski sudah banyak kunjungan oleh anggota DPRD, DPR RI, dan DPD, serta janji-janji dari calon kepala daerah, kenyataannya tak ada perubahan yang berarti.
Mereka tak lagi ingin mendengar janji kosong, mereka butuh langkah konkret agar anggaran publik tidak terus-terusan terbuang sia-sia.
“Jangan biarkan uang negara terus dipertaruhkan dalam proyek-proyek yang tak berguna,” tegas Nadus.
Hingga berita ini diterbitkan, beberapa pihak masih dikonfirmasi**
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










