Polemik Kasat Intel Polres Mabar dan Wartawan Berakhir Damai, Tapi Jadi Alarm Kebebasan Pers

- Redaksi

Rabu, 29 Januari 2025 - 10:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Kasus dugaan pungutan liar (pungli) oleh anggota Satlantas Polres Manggarai Barat terhadap sopir pick-up penjual durian di Labuan Bajo sempat memicu polemik panas.

Polemik ini semakin berkembang setelah pernyataan kontroversial Kasat Intel Polres Manggarai Barat, AKP Jessy Silahoy, menuai reaksi keras dari Ketua Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat (PWMB), Chellz Pahun.

Namun, di tengah polemik yang memanas, wartawan Okebajo.com, Pedi Pathy, mengklarifikasi bahwa kesalahpahaman antara dirinya dan Kasat Intel Polres Manggarai Barat, AKP Jessy Silahoy, telah diselesaikan secara kekeluargaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelesaian itu dilakukan dalam pertemuan pada Selasa sore (28/1/2025) dengan mengedepankan tradisi adat Manggarai yang menjunjung tinggi harmoni dan persaudaraan.

Pedi Pathy menyatakan bahwa Kasat Intel datang untuk meminta maaf dengan membawa tuak, rokok dan uang sebesar Rp50.000, sebuah simbol tradisi Manggarai untuk menyampaikan permohonan maaf secara tulus.

“Kami telah menyelesaikan masalah ini secara damai dengan tradisi Manggarai. Permintaan maaf telah disampaikan oleh Kasat Intel dan saya menerimanya dengan lapang dada,” katanya saat dikonfirmasi Gbrnews.id, Selasa malam.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Pedi Pathy juga berharap Kasat Intel mengundang wartawan di Labuan Bajo untuk berdialog langsung di Polres, guna membangun hubungan yang lebih harmonis antara media dan kepolisian. Hal ini disambut positif oleh AKP Jessy, meskipun waktu pertemuan belum ditentukan.

Dengan penyelesaian ini, Pedi berharap polemik tidak diperpanjang lagi. Namun, kasus ini menjadi pengingat bahwa hubungan antara pers dan institusi harus dilandasi saling pengertian, tanpa mengesampingkan prinsip kebebasan pers.

Meski begitu, Chellz Pahun tetap menyoroti pentingnya Polres Manggarai Barat menjaga kebebasan pers.

“Penyelesaian secara kekeluargaan adalah langkah baik, namun institusi Polres harus tetap memastikan bahwa tidak ada upaya membungkam pers yang mencoba mengungkap kebenaran,” tegas Chellz.

Di sisi lain, AKP Jessy Silahoy menegaskan bahwa permasalahan antara dirinya dan Pedi Pathy hanyalah kesalahpahaman yang kini telah diselesaikan dengan baik.

“Saya dan Pak Pedi sudah saling klarifikasi dan bermaafan. Semua ini hanya salah paham dan sudah diselesaikan tadi. Terima kasih,” ujar Kasat Intel Polres Manggarai Barat itu, seperti dikutip dari NTTNews.net. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru