LABUAN BAJO, GBRNews.id –Drama panas Grup F El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV Tahun 2025 memuncak di Stadion Marilonga, Ende, sore ini (18/11/2025). Pertandingan krusial yang disiarkan langsung di kanal YouTube TIWU TELU MEDIA ini berakhir dengan kemenangan heroik Persamba Manggarai Barat (Mabar) 2-1 atas PS Malaka.
Kemenangan ini tidak hanya memastikan Persamba kokoh di puncak Grup F, tetapi juga menjadi bukti mentalitas baja Laskar Komodo yang harus berjuang hingga akhir dengan hanya sepuluh pemain di lapangan.
Dipimpin oleh Wasit Tobias Wesi, babak pertama menjadi ajang jual beli serangan yang menegangkan. Persamba mendominasi penguasaan bola dan bahkan mencatat “puluhan kali” tendangan pojok, namun benteng pertahanan PS Malaka tampil disiplin dan sulit ditembus. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Babak kedua langsung menyajikan kejutan. PS Malaka yang tampil lebih agresif dan dominan di awal babak kedua, berhasil memecah kebuntuan pada menit 49:53. Yohanes Yoko Jehaman (10) yang menjadi momok pertahanan Persamba. Dengan keahlian individual, ia sukses melewati Kapten Ibo Nono, sebelum melepaskan penetrasi dan shooting keras yang merobek jala, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan PS Malaka.
Namun, kegembiraan PS Malaka hanya bertahan singkat. Hanya berselang satu menit, tepatnya pada menit 51:10, Laskar Komodo langsung membalas. Serangan cepat dari sektor kiri dimanfaatkan sempurna oleh Owentianus Nouvic (19). Dengan sontekan keras yang menargetkan pojok kanan gawang, Owen sukses membuat Kiper Josu tak berdaya. Skor kembali imbang 1-1.
Momen penentuan tiba pada menit 64:43. Anak-anak Persamba tampil semakin garang. Memanfaatkan kecepatan di sektor kiri, umpan terukur dari Denis berhasil dikonversi dengan matang oleh Angga Asnandi (9), membawa Persamba berbalik unggul 2-1.
Sejak gol kedua Persamba, psikologi pemain PS Malaka terlihat terganggu, membuat skema permainan mereka tak lagi efektif.
Namun, drama belum berakhir. Pada menit 70:38, kontroversi besar pecah. Wasit mengeluarkan Kartu Merah untuk pemain Persamba, Ardiansyah (12), sebuah keputusan yang dinilai tidak objektif oleh kubu Persamba dan memicu protes keras dari Pelatih, Manajer, hingga official.
Meski harus berjuang dengan 10 pemain di sisa waktu normal, para pemain Persamba menunjukkan dedikasi luar biasa. Mereka berhasil menahan tekanan PS Malaka, mengamankan keunggulan 2-1 hingga peluit akhir berbunyi.

Kemenangan ini adalah penegasan: Persamba Manggarai Barat bukan hanya tim kuat, tetapi tim yang bermental baja dan siap menghadapi tantangan apapun di ETMC XXXIV.
Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi GBRNews.id masih berupaya mengkonfirmasi komentar resmi Pelatih dan Manajer Persamba Manggarai Barat terkait jalannya pertandingan dan kartu merah yang memicu kontroversi tersebut.**
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










