Kementerian Transmigrasi Bangun Peternakan Terpadu 10.000 Hektar di Sumba Timur, Gandeng Brasil

- Redaksi

Senin, 19 Mei 2025 - 23:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, GBRNews.id –Kementerian Transmigrasi menyiapkan 10.000 hektar lahan di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk proyek percontohan peternakan sapi. Proyek ini dikerjakan bersama investor asal Brasil.

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, proyek ini dirancang untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan. Peternakan akan dikembangkan sebagai ekosistem terintegrasi.

“Konsep baru transmigrasi saat ini adalah lahan dikomunalkan dan dikelola sebagai aset korporasi masyarakat, memungkinkan skema bagi hasil antara masyarakat dan investor,” ujar Iftitah di Jakarta, Minggu (18/5/2025), seperti dilansir Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lahan seluas 10.000 hektar akan digunakan untuk budidaya 5.000 ekor sapi potong betina. Proyek ini akan didukung Asia Beef dan Indonesia-Brazil Petroleum Consortium.

Iftitah menyebut Kementerian Transmigrasi memiliki total 3,1 juta hektar lahan dengan status Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Dari jumlah itu, seluas 525.995 hektar disiapkan khusus untuk pengembangan peternakan nasional.

“Sebanyak 525.995 hektare dari total 3,1 juta hektare lahan HPL Transmigrasi disiapkan untuk pengembangan,” kata dia.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menilai proyek ini bisa mendukung program makan bergizi gratis (MBG). Selain itu, proyek ini juga ditujukan untuk mengurangi impor daging dan susu.

“Proyek ini juga mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengurangan impor daging serta susu,” ucap Todotua.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda menilai Brasil bisa menjadi model pengembangan industri peternakan Indonesia.

“Brasil adalah salah satu negara yang sukses mengelola industri ini. Selama ini, kami harapkan industri ini kita bisa bawa seluruh ekosistemnya dan tujuan akhir ini semuanya adalah kita bisa berdedikasi terhadap kebutuhan daging dan susu,” kata Agung.

Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, lahan transmigrasi kini tidak lagi dibagikan ke individu. Seluruhnya dikelola secara kolektif sebagai aset bersama.

Melalui skema kerja sama usaha inklusif (KSUI), masyarakat akan memiliki saham dan terlibat langsung dalam operasional. Investor juga akan terlibat untuk memastikan kolaborasi berjalan lebih adil dan berkelanjutan. (*)

 

Penulis : Sarifudin

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Satpol PP dan Damkar Mabar Bekali Sudamala Resort Teknik Penanganan Kebakaran
Pascagempa, TNI-Polri Manggarai Barat Gotong Royong Bersihkan SDN Golo Lewe
BNPB Kunci Data Kerusakan Rumah Gempa Flores, Total 77.912 Unit
Gempa Flores, Rp207 Juta Donasi Insan BPJS Ketenagakerjaan Disalurkan ke 8 Wilayah
Gempa Flores, Gubernur Sumbar Bawa 2,2 Ton Rendang, 500 Kg Langsung ke Manggarai
Gempa Flores, Kemen PPPA Kirim 46,6 Ton Bantuan untuk Perempuan dan Anak
Gempa Flores, 53.971 Rumah Rusak Manggarai Timur Tertinggi 17.039 Unit
Pemprov NTT Siapkan Rp25 Miliar untuk Gempa Flores, Kebijakan “Ambil Dulu” Membekas di Hati Korban
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:58 WITA

Satpol PP dan Damkar Mabar Bekali Sudamala Resort Teknik Penanganan Kebakaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:24 WITA

Pascagempa, TNI-Polri Manggarai Barat Gotong Royong Bersihkan SDN Golo Lewe

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:10 WITA

BNPB Kunci Data Kerusakan Rumah Gempa Flores, Total 77.912 Unit

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:58 WITA

Gempa Flores, Rp207 Juta Donasi Insan BPJS Ketenagakerjaan Disalurkan ke 8 Wilayah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:15 WITA

Gempa Flores, Gubernur Sumbar Bawa 2,2 Ton Rendang, 500 Kg Langsung ke Manggarai

Berita Terbaru