BNPB Kunci Data Kerusakan Rumah Gempa Flores, Total 77.912 Unit

- Redaksi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah warga di Desa Bangka Lewat, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, yang mengalami rusak berat hingga roboh akibat gempa bumi.

Kondisi rumah warga di Desa Bangka Lewat, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, yang mengalami rusak berat hingga roboh akibat gempa bumi.

LABUAN BAJO, GBRNews.id Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengunci data sementara kerusakan rumah warga akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.

Berdasarkan data per 24 Agustus 2026, BNPB mencatat total 77.912 unit rumah mengalami kerusakan di tujuh kabupaten terdampak. Dari jumlah tersebut, 24.597 unit rusak berat, 18.537 unit rusak sedang, dan 34.778 unit rusak ringan.

Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan rumah terbanyak. Totalnya mencapai 18.802 unit, terdiri dari 6.833 rumah rusak berat, 4.996 rusak sedang, dan 6.973 rusak ringan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di bawah Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai mencatat 17.108 unit rumah rusak, dengan rincian 6.360 rusak berat, 5.196 rusak sedang, dan 5.552 rusak ringan.

Sementara itu, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 10.813 unit rumah rusak, terdiri dari 3.732 rusak berat, 2.014 rusak sedang, dan 5.067 rusak ringan.

Kabupaten Ngada mencatat 9.562 unit rumah rusak, terdiri dari 2.256 rusak berat, 2.116 rusak sedang, dan 5.190 rusak ringan. Kabupaten Nagekeo sebanyak 9.644 unit, terdiri dari 3.218 rusak berat, 1.598 rusak sedang, dan 4.828 rusak ringan.

Selanjutnya, Kabupaten Ende mencatat 7.480 unit rumah rusak, dengan 1.208 rusak berat, 1.725 rusak sedang, dan 4.547 rusak ringan. Sedangkan Kabupaten Sikka mencatat 4.503 unit rumah rusak, terdiri dari 990 rusak berat, 892 rusak sedang, dan 2.621 rusak ringan.

Meski masa tanggap darurat belum berakhir, BNPB telah bergerak menyiapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) rumah warga terdampak.

Tim Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB diterjunkan ke tujuh kabupaten terdampak untuk mendampingi pemerintah daerah dalam mengelola dan memverifikasi data kerusakan rumah.

Pendampingan difokuskan pada percepatan asesmen, penyiapan standardisasi penilaian kerusakan berdasarkan Peraturan BNPB Nomor 5 Tahun 2017, kelengkapan BNBA (by name by address), serta persiapan Jitupasna dan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Proses rehab-rekon diawali dengan pendataan rumah warga terdampak oleh pemerintah daerah. Data tersebut selanjutnya diverifikasi oleh tim BNPB untuk memastikan ketepatan data BNBA.

Setelah itu, enumerator akan diterjunkan ke lapangan untuk memverifikasi tingkat kerusakan rumah sesuai kriteria yang telah ditetapkan.

Untuk mempercepat proses verifikasi dan validasi, BNPB juga menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan relawan.

Di Kabupaten Manggarai, misalnya, Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB menggelar Bimbingan Teknis Pendataan Rumah Rusak Akibat Bencana Gempa Bumi pada Rabu (26/8/2026).

Bimtek yang berlangsung di Aula St. Yosef Katedral Ruteng tersebut bertujuan membangun keseragaman pemahaman, metode, dan mekanisme pendataan dampak bencana. Keseragaman ini penting agar data yang dihasilkan dari lapangan berkualitas dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Manggarai Barat pada Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan 120 penyuluh pertanian dan 76 penyuluh KB yang akan membantu survei teknis untuk menentukan tingkat kerusakan rumah.

Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di lima kabupaten terdampak lainnya.

BNPB menegaskan proses rehab-rekon tidak sekadar membangun kembali rumah warga yang rusak. Prinsip build back better menjadi pijakan dalam proses pemulihan pascabencana.

Artinya, pembangunan kembali harus diarahkan untuk memulihkan kehidupan masyarakat sekaligus meningkatkan ketangguhan mereka dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Pendataan menjadi salah satu fondasi utama dalam proses tersebut. Data yang akurat akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan, menetapkan prioritas penanganan, menghitung besaran bantuan, hingga menyusun strategi rehabilitasi dan rekonstruksi.

Karena itu, BNPB mengedepankan proses pendataan yang objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan, agar seluruh tahapan pemulihan dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak gempa Flores. **

Penulis : Sarifudin

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Satpol PP dan Damkar Mabar Bekali Sudamala Resort Teknik Penanganan Kebakaran
Kasus Wasit Fredi, Pelatih Komodo United Novri Diperiksa, Polres Mabar Siap Gelar Perkara
Vamos Bajo Kampiun PSSI Cup II Manggarai Barat
Gol Gunawan Menit 86 Bawa Vamos Bajo Juara PSSI Cup II Manggarai Barat
Ibo Nono Koleksi 9 Gol, Kapten Vamos Bajo Bidik Gelar Top Skor PSSI Cup II Mabar
Baku Pukul hingga Kartu Merah, Terang FC Juara III PSSI Cup II Manggarai Barat
Vamos Bajo Tantang Wae Sambi di Final PSSI Cup II Manggarai Barat
Lewati Kolang, Kaper dan Black Crown, Wae Sambi FC ke Final
Berita ini 190 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:58 WITA

Satpol PP dan Damkar Mabar Bekali Sudamala Resort Teknik Penanganan Kebakaran

Kamis, 17 September 2026 - 21:04 WITA

Kasus Wasit Fredi, Pelatih Komodo United Novri Diperiksa, Polres Mabar Siap Gelar Perkara

Kamis, 10 September 2026 - 00:21 WITA

Vamos Bajo Kampiun PSSI Cup II Manggarai Barat

Rabu, 9 September 2026 - 23:21 WITA

Gol Gunawan Menit 86 Bawa Vamos Bajo Juara PSSI Cup II Manggarai Barat

Selasa, 8 September 2026 - 21:43 WITA

Ibo Nono Koleksi 9 Gol, Kapten Vamos Bajo Bidik Gelar Top Skor PSSI Cup II Mabar

Berita Terbaru

Skuad Vamos Bajo berpose bersama trofi PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 usai menaklukkan Wae Sambi FC 2-1.

Daerah

Vamos Bajo Kampiun PSSI Cup II Manggarai Barat

Kamis, 10 Sep 2026 - 00:21 WITA