LABUAN BAJO, GBRNews.id – Perjalanan Wae Sambi FC menuju partai final Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 berlangsung penuh perjuangan. Dari fase grup hingga semifinal, klub asal Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, itu mampu melewati satu per satu lawannya dan akhirnya memastikan tiket ke partai puncak.
Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 resmi bergulir pada Sabtu (8/8/2026). Turnamen tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, didampingi langsung oleh Ketua PSSI Kabupaten Manggarai Barat, Marianus Yono Jehanu.
Sebanyak 27 klub ambil bagian dalam turnamen tersebut. Seluruh peserta kemudian dibagi ke dalam delapan pool, mulai dari Pool A hingga Pool H, untuk bersaing memperebutkan tiket menuju fase gugur hingga partai final.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wae Sambi FC menjadi salah satu tim yang mampu bertahan dalam ketatnya persaingan tersebut. Klub asal Desa Batu Cermin ini tergabung di Pool E, bersama Sama Nggitan FC, PS Nisar, dan Kobar FC.
Di bawah asuhan Jimi Mami, Yano, dan Sandro De Costa, Wae Sambi mengawali perjalanan dengan hasil meyakinkan. Pada pertandingan pertama fase grup, Wae Sambi langsung tampil impresif dengan membungkam Sama Nggitan FC 4-0.
Memasuki pertandingan kedua, Wae Sambi ditahan PS Nisar dengan skor 0-0. Namun, hasil tersebut tidak membuat langkah mereka terhenti. Pada laga terakhir fase grup, Wae Sambi kembali meraih kemenangan setelah menundukkan Kobar FC dengan skor 2-1.
Hasil tersebut membawa Wae Sambi melangkah ke babak 16 besar. Tantangan lebih berat pun menanti.
Menghadapi Kolang FC, Wae Sambi harus melalui pertandingan ketat. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu tambahan, sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Wae Sambi akhirnya tampil lebih tenang dari titik putih dan memastikan kemenangan 4-2 atas Kolang FC sekaligus mengamankan tiket ke babak 8 besar.
Di babak 8 besar, Wae Sambi kembali menunjukkan mental juaranya. Menghadapi Kaper FC di Stadion Komodo, Labuan Bajo, Kamis (3/9/2026), pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi.
Petaka bagi Kaper FC datang pada menit ke-55 setelah Wae Sambi mendapatkan hadiah penalti akibat pelanggaran di dalam kotak terlarang.
Dwikie Jehaman (10) maju sebagai eksekutor. Tanpa ragu, Dwikie melepaskan tendangan keras ke sisi kanan gawang.
Gol! Wae Sambi unggul 1-0.
Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir. Wae Sambi pun menyingkirkan Kaper FC dan melaju ke semifinal.
Tantangan terbesar datang di babak semifinal. Wae Sambi harus berhadapan dengan Black Crown di Stadion Komodo, Labuan Bajo, Senin (7/9/2026) sore.
Pertandingan berjalan sengit. Kedua tim saling memberikan tekanan dan berusaha mencari celah untuk mencetak gol.
Waktu normal berakhir dengan skor 1-1, sehingga tiket menuju final harus ditentukan melalui drama adu penalti.
Dalam situasi penuh tekanan tersebut, Wae Sambi menunjukkan ketenangan dan mental kuat. Anak asuh Jimi Mami, Yano, dan Sandro De Costa akhirnya memenangkan adu penalti dengan skor 4-2.
Kemenangan itu sekaligus mengubur ambisi Black Crown untuk melaju ke partai puncak.
Dengan hasil tersebut, Wae Sambi FC resmi mengamankan tiket final Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026.
Perjalanan dari fase grup, melewati Kolang FC dan Kaper FC, hingga menyingkirkan Black Crown di semifinal akhirnya membawa Wae Sambi ke partai puncak.
Di final nantinya, Wae Sambi FC akan berhadapan dengan Vamos Bajo FC pada Rabu (9/9/2026).
Partai puncak ini menjadi kesempatan bagi Wae Sambi untuk menuntaskan perjalanan panjangnya dengan mengangkat trofi juara.
Namun, Vamos Bajo FC tentu bukan lawan yang mudah dan duel keduanya dipastikan menjadi pertarungan terakhir untuk memperebutkan gelar PSSI Cup II Manggarai Barat 2026. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi






