LABUAN BAJO, GBRNews.id – Wae Sambi FC sukses mengubur mimpi Black Crown melaju ke final Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026. Drama sengit tersaji pada laga semifinal di Stadion Komodo, Labuan Bajo, Senin (7/9) sore.
Di bawah asuhan Jimi Mami, Yano, dan Sandro De Costa, Wae Sambi mampu menjaga mental hingga akhir pertandingan dan memastikan tiket ke partai final melalui drama adu penalti.
Sementara Black Crown berada di bawah asuhan pelatih Bastian Rinda dan presiden klub Isran. Strategi yang diterapkan Bastian sempat membawa Black Crown unggul lebih dahulu melalui gol cepat Pirlo pada menit ke-4.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertandingan yang dimulai pukul 15.50 WITA itu dipimpin wasit utama Yongki, didampingi AW1 Erik, AW2 Fais dan wasit 4 Hasan.
Sejak peluit awal dibunyikan, Black Crown langsung mengambil kendali permainan. Kapten Rian Reme (10) menjadi motor serangan, dibantu Indra Woda (99) di lini tengah.
Tekanan Black Crown langsung membuahkan hasil. Memasuki menit ke-4, serangan cepat dari sektor kiri menghasilkan umpan lambung ke depan mulut gawang Wae Sambi. Pirlo (77) menyambutnya dengan sundulan yang tak mampu dibendung kiper Wae Sambi.
Gol! Black Crown unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Wae Sambi berusaha merespons. Serangan cepat dan sejumlah peluang dari bola mati terus dibangun, tetapi belum mampu dikonversi menjadi gol.
Di sisi lain, pertahanan Black Crown tampil solid. Semy Rae yang akrab disapa Sambo menjadi salah satu pemain yang membuat lini belakang sulit ditembus.
Di bawah mistar, Romy Aryadi alias Cicak juga tampil gemilang melalui sejumlah penyelamatan penting.
Sementara di pinggir lapangan, Jimi Mami terus memberikan arahan kepada para pemain Wae Sambi. Instruksinya menjadi bagian penting dalam upaya menjaga permainan tim tetap terorganisir.
Hingga hydration break, Black Crown masih memimpin 1-0.
Wae Sambi terus mencoba bangkit. Sejumlah peluang melalui tendangan penjuru belum mampu dimanfaatkan dengan baik. Dwikie Jehaman (10) juga beberapa kali mencoba menembus pertahanan Black Crown, namun masih menemui kebuntuan.
Black Crown tak tinggal diam. Serangan melalui sektor sayap kanan menjadi salah satu andalan. Rian Reme terus mengatur tempo serangan bersama Indra Woda. Permainan keduanya mendapat aplaus dari penonton.
Aksi Romy Aryadi di bawah mistar juga menjadi perhatian. Beberapa penyelamatan penting membuat keunggulan Black Crown bertahan hingga turun minum.
Babak pertama berakhir, Black Crown unggul 1-0 atas Wae Sambi.
Memasuki babak kedua, Wae Sambi tampil lebih menekan. Serangan demi serangan dilancarkan untuk mengejar ketertinggalan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-55. Wae Sambi memanfaatkan serangan dari sektor kiri setelah lini belakang Black Crown lengah. Bola lambung dikirim ke depan gawang dan langsung disambar Kristoforus Doni Saputra (7) hingga bersarang ke gawang Romy Aryadi yang kali ini gagal menyelamatkan bola.
Wae Sambi menyamakan kedudukan 1-1.
Gol tersebut membuat pertandingan semakin panas. Kedua tim tampil dengan tensi tinggi dan beberapa insiden kecil nyaris memicu keributan. Beruntung, wasit Yongki mampu meredam situasi sehingga pertandingan kembali berjalan.
Black Crown mendapat peluang melalui tendangan bebas. Rian Reme yang menjadi eksekutor melepaskan tendangan, namun bola melambung dan menghasilkan sepak pojok. Peluang tersebut juga belum mampu dimanfaatkan setelah kiper Wae Sambi melakukan penyelamatan.
Jual beli serangan terus terjadi hingga waktu normal berakhir. Namun, kedua tim tetap gagal mencetak gol tambahan.
Wasit memberikan tambahan waktu empat menit.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap Wae Sambi 1-1 Black Crown.

Pemenang pun harus ditentukan melalui drama adu penalti.
Dalam adu tos-tosan, Black Crown harus mengakui keunggulan Wae Sambi.
Dari kubu Black Crown, kapten Rian Reme menjadi penendang pertama, tetapi tendangannya berhasil ditepis kiper Wae Sambi, Karlos Sae (22).
Sambo (15) kemudian sukses menjalankan tugasnya. Pirlo (77) juga mencetak gol. Namun, eksekusi Arki (6) kembali digagalkan Karlos Sae.
Sementara itu, empat penendang Wae Sambi, Johan (14), Donal (17), Dwikie Jehaman (10), dan Riswan (22), sukses menjalankan tugasnya.
Wae Sambi menang 4-2 melalui adu penalti.
Kiper Karlos Sae (22) menjadi pahlawan kemenangan Wae Sambi setelah menggagalkan dua eksekusi penalti Black Crown.
Kemenangan ini sekaligus menjadi buah kerja keras para pemain bersama tim pelatih Jimi Mami, Yano, dan Sandro De Costa.
Wae Sambi FC pun memastikan diri melaju ke final Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026, sekaligus mengubur mimpi Black Crown untuk tampil di partai puncak.
Di final nantinya, Wae Sambi FC akan berhadapan dengan Vamos Bajo FC pada Rabu (9/9/2026).
Sementara perebutan juara tiga mempertemukan Terang FC vs Black Crown yang berlangsung pada Selasa (8/9/2026). **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi






