Manggarai, GBRNews.id –Setelah hampir dua bulan menutup diri dari kunjungan wisatawan akibat cuaca buruk, Desa Wisata Wae Rebo di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya siap dibuka kembali mulai 10 Maret 2025.
Destinasi eksotis di atas awan ini tidak hanya menghadirkan pesona alam yang menakjubkan, tetapi juga pengalaman wisata yang lebih nyaman dan berkualitas setelah melalui evaluasi dan perbaikan layanan.
Ketua Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo, Mikael Tonso, menegaskan bahwa pembukaan kembali ini bukan hanya soal cuaca yang sudah membaik, tetapi juga hasil dari penyempurnaan prosedur standar operasional (SOP) agar kunjungan wisata lebih aman dan menyenangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Cuaca sudah membaik. Evaluasi dan perbaikan internal seperti SOP pelayanan dan pembekalan sudah dilakukan kepada semua pelaku wisata Wae Rebo,” jelas Mikael.
Selama masa penutupan per 18 Januari 2025, berbagai pembenahan dilakukan, mulai dari peningkatan layanan ojek wisata, porter dan pemandu lokal hingga pembekalan khusus bagi ibu-ibu yang bertugas memasak untuk wisatawan. Akses jalan yang terdampak longsor juga diperbaiki melalui gotong royong masyarakat. Tak hanya itu, evaluasi menyeluruh terhadap 18 tahun perjalanan pariwisata Wae Rebo juga menjadi bagian dari perbaikan ini.
Semua perbaikan ini dilakukan demi memastikan wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih aman, nyaman dan autentik di desa adat yang telah mendunia ini.
“Alam memberikan keindahan, tapi juga mengingatkan kita akan keberlanjutan hidup,” tandas Mikael.
Kini, Wae Rebo siap kembali menyambut wisatawan dengan pesona Mbaru Niang, udara sejuk khas ketinggian 1.200 mdpl, serta kehangatan masyarakat yang tetap terjaga. (*)
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










