Gubernur NTT Lantik 104 Kepsek SMA/SMK/SLB, Sentil Keras Kepala Sekolah Jangan Hanya Urus Administrasi

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, GBRNews.id – Sebanyak 104 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB resmi dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, Rabu (25/3/2026). Prosesi ini turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bersama jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini merupakan tahap pertama dari rangkaian pelantikan kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan pelantikan ini bukan sekadar seremonial atau proses administratif, melainkan momentum strategis yang berkaitan langsung dengan masa depan pembangunan sumber daya manusia di NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Momentum ini memiliki makna strategis karena berkaitan langsung dengan masa depan pembangunan SDM di NTT, khususnya di jenjang pendidikan menengah,” ujarnya.

Ia menekankan posisi SMA, SMK, dan SLB menjadi sangat penting karena menjadi tahap penentu kualitas lulusan sebelum memasuki dunia kerja maupun perguruan tinggi.

Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kepemimpinan di tingkat sekolah. Infrastruktur, kurikulum, dan program yang baik tidak akan memberikan dampak signifikan tanpa kepemimpinan yang kuat dari kepala sekolah.

“Kepala sekolah tidak cukup hanya sebagai pengelola administrasi, tetapi harus menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu memastikan proses belajar berjalan efektif dan berorientasi pada peningkatan mutu peserta didik,” tegasnya.

Gubernur juga menyoroti berbagai tantangan pendidikan di NTT, mulai dari kesenjangan mutu antarwilayah, keterbatasan akses pendidikan, hingga rendahnya capaian literasi dan numerasi.

Ia menyebut, hasil tes kemampuan akademik (TKA) NTT yang masih berada di tiga terbawah harus menjadi perhatian serius dan dijadikan dasar pengambilan kebijakan di tingkat sekolah.

“Kepala sekolah wajib menganalisis hasil asesmen secara mendalam dan menyusun langkah perbaikan yang konkret, mulai dari penguatan literasi, numerasi hingga peningkatan kapasitas guru,” katanya.

Selain itu, seluruh kepala sekolah diwajibkan menandatangani fakta integritas dan perjanjian kinerja. Pemerintah Provinsi NTT juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.

“Jika dalam dua tahun tidak menunjukkan kinerja baik, bahkan bisa kurang dari itu, maka akan dievaluasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga mendorong implementasi program One School One Product (OSOP) sebagai upaya meningkatkan kreativitas dan inovasi berbasis potensi lokal di setiap sekolah.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi menetapkan jadwal pemeriksaan kesehatan jiwa bagi para calon Kepala SMA, SMK, dan SLB se-NTT. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan para calon pemimpin sekolah benar-benar siap secara mental sebelum dilantik.

Penetapan tersebut tertuang dalam surat bernomor 400.14.1.1/1923.1/PK4 yang ditandatangani Kepala Disdikbud NTT, Ambrosius Kodo.

Dalam surat itu dijelaskan, pemeriksaan dilaksanakan di Rumah Sakit Khusus Daerah Jiwa Naimata Kupang selama dua hari, yakni 23 dan 24 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

Berdasarkan data yang dihimpun Redaksi GBRNews.id, sebanyak 104 calon kepala sekolah mengikuti pemeriksaan ini. Pada hari pertama, Senin (23/3/2026), sebanyak 55 calon kepala sekolah telah lebih dulu mengikuti pemeriksaan, dengan rincian: Kota Kupang (5 orang), Kabupaten Kupang (12), Timor Tengah Selatan (12), Timor Tengah Utara (9), Alor (8), Rote Ndao (3), Belu (2), Malaka (2), dan Sabu Raijua (2).

Hari kedua, Selasa, (24 Maret 2026), sebanyak 49 calon kepala sekolah. Para peserta berasal dari berbagai kabupaten di NTT, dengan rincian: Manggarai Barat (3 orang), Ende (3), Flores Timur (6), Lembata (1), Manggarai (4), Manggarai Timur (6), Nagekeo (2), Ngada (4), Sikka (5), Sumba Barat (3), Sumba Barat Daya (4), Sumba Tengah (2), dan Sumba Timur (6).

Khusus dari Kabupaten Manggarai Barat, tiga calon kepala sekolah yang ikut serta yakni Felisianus Jemarus (SMA Negeri 4 Komodo), Fransiskus Saimon (SMA Negeri 3 Macang Pacar), dan Pius Pesau (SMAN 1 Boleng). **

Penulis : Tim Redaksi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Bastian Bawa Uma Lantar Menang di Laga Pembuka PSSI Cup II Manggarai Barat
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:41 WITA

PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick

Berita Terbaru