Labuan Bajo, GBRNews.id –Sikap arogan tak akan membawa kemajuan, apalagi jika dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dengan tegas menyampaikan kritik kepada sejumlah oknum ASN yang dinilainya memiliki mentalitas “merasa diri paling hebat dan paling benar sendiri.”
Dalam rapat evaluasi capaian kinerja Tahun Anggaran 2024, Rabu (8/1/2025), Edi Endi menyatakan keprihatinannya atas perilaku seperti ini yang berujung pada buruknya pelayanan kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada ASN yang berkali-kali saya telpon tapi tidak mau angkat. Itu kan karena merasa diri paling hebat dan merasa diri paling benar sendiri,” kata Bupati Edi Endi seperti dikutip dari POS-KUPANG.COM, Kamis (9/1/2025).
Menurut Edi Endi, sikap “merasa diri paling hebat dan merasa diri paling benar” adalah akar dari arogansi yang dapat merusak etos kerja dan menurunkan kualitas pelayanan publik.
ASN, katanya, adalah pelayan masyarakat, bukan tuan yang bisa bersikap angkuh.
“Sikap seperti ini hanya akan merusak hubungan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Ia meminta para pimpinan perangkat daerah untuk segera menasihati staf di bawah mereka agar perilaku semacam ini tidak menjadi budaya.
“Tolong disampaikan kepada seluruh staf di instansi kerja masing-masing, bahwa jangan ada yang merasa diri paling hebat dan paling benar sendiri,” tegas Edi Endi.
Bupati Edistasius Endi juga mengajak seluruh ASN untuk merefleksi diri dan meninggalkan sikap jumawa yang hanya merugikan.
Tahun 2025, katanya, harus menjadi momentum kebangkitan dengan semangat baru yang berlandaskan kerja sama, kerendahan hati, dan fokus pada kepentingan masyarakat.
Rapat evaluasi ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng, Sekretaris Daerah Fransiskus Sales Sodo, para asisten sekda, staf ahli bupati, pimpinan OPD, serta camat se-Kabupaten Manggarai Barat. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










