LABUAN BAJO, GBRNews.id – Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Manggarai Barat tahun ini berlangsung penuh makna. Tak sekadar seremoni, momentum ini menjadi refleksi nyata bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus hidup dan tumbuh di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Barat.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa perempuan saat ini telah mengambil peran strategis dalam menggerakkan roda pemerintahan.
Menurutnya, dedikasi dan kontribusi perempuan di lingkup Pemda menjadi cerminan nyata dari nilai-nilai perjuangan Kartini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semangat Raden Ajeng Kartini hidup dalam setiap pengabdian perempuan di lingkungan Pemda Manggarai Barat. Mereka adalah kekuatan penting dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah,” ujar Bupati Edi, Selasa (21/4/2026).
Pernyataan tersebut diperkuat dengan data resmi dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Manggarai Barat (BKPSDM) yang menunjukkan dominasi perempuan dalam struktur Aparatur Sipil Negara (ASN).
Di bawah kepemimpinan Edistasius Endi bersama Wakil Bupati Yulianus Weng, komposisi ASN di Manggarai Barat memperlihatkan tren yang signifikan. Dari total ASN, sebanyak 4.398 merupakan perempuan, melampaui jumlah laki-laki yang tercatat 3.597 orang.
Dominasi perempuan ini terlihat merata di seluruh kategori. Pada Pegawai Negeri Sipil (PNS), jumlah perempuan mencapai 1.901 orang, sementara laki-laki 1.632 orang. Pada kategori PPPK Penuh Waktu, perempuan berjumlah 1.702 orang dan laki-laki 1.453 orang. Sementara pada PPPK Paruh Waktu, terdapat 795 perempuan dibandingkan 512 laki-laki.
Fakta tersebut menegaskan bahwa perempuan tidak lagi berada di posisi pendukung, melainkan telah menjadi pilar utama dalam birokrasi Pemda Manggarai Barat. Kehadiran mereka tidak hanya memperkuat pelayanan publik, tetapi juga mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Momentum Hari Kartini ini menjadi pengingat bahwa perjuangan Raden Ajeng Kartini bukan hanya sejarah, tetapi telah menjadi realitas di Manggarai Barat. Di balik setiap program dan capaian pembangunan, ada kontribusi besar dari para perempuan yang bekerja dengan dedikasi tinggi.
Bupati Edi pun berharap semangat Kartini terus dijaga dan menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur, khususnya perempuan, untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi daerah.
“Perempuan Manggarai Barat adalah Kartini masa kini yang terus bergerak, berkarya, dan membawa perubahan,” pungkasnya. **
Penulis : Sarifudin
Editor : Redaksi










