Ada Apa di Balik Kematian Tragis Elda? Petrus Pampur Ungkap Perannya dan Siap Jadi Saksi

- Redaksi

Jumat, 20 Desember 2024 - 11:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Kasus dugaan pembunuhan terhadap Sustiana Melci Elda (22) di rumah suaminya, Eduardus Ungkang alias Ardus, di Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, pada 3 Oktober 2024 lalu, terus mengundang perhatian publik.

Dalam proses penyidikan yang tengah dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Manggarai Barat, Adrianus Jehadun, ayah korban, mengungkapkan peran tokoh masyarakat, Petrus Pampur, dalam pengambilan jenazah putrinya di Kampung Nggilat.

Saat memenuhi panggilan penyidik pada Rabu (18/12/2024), Adrianus membeberkan detail peran aktif Petrus Pampur. Ia menyebut Petrus sebagai salah satu saksi kunci yang terlibat dalam proses pengambilan jenazah Elda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Waktu memberikan tambahan keterangan ke polisi, saya ceritakan kronologi saat jenazah anak saya diambil. Peran Bapak Petrus Pampur sangat besar karena beliau salah satu tokoh tertua yang hadir saat itu, termasuk Kepala Desa Nggorang,” ungkap Adrianus kepada Gbrnews.id, Rabu malam.

Dibaluti rasa duka, Adrianus mengarahkan wartawan untuk meminta konfirmasi langsung kepada Petrus Pampur mengenai perannya.

“Lebih baik tanya langsung ke Bapak Petrus. Saat itu, saya sudah tidak berdaya melihat anak saya dalam kondisi mengenaskan,” katanya lirih.

Ditemui secara terpisah, Petrus Pampur membenarkan keterlibatannya dalam pengambilan jenazah Elda. Ia merasa terpanggil untuk membantu keluarga korban saat menghadapi respons masyarakat di Watu Langkas.

“Iya, betul saya ikut ke sana (Kampung Nggilat). Saya terpanggil melihat situasi waktu itu,” ujarnya.

Petrus juga menegaskan kesediaannya jika dipanggil pihak kepolisian sebagai saksi dalam kasus ini.

“Saya siap jadi saksi tambahan dan membantu pihak berwenang, apalagi melihat keterbatasan Pak Adrianus,” tegasnya.

Lebih jauh, Petrus memaparkan perannya dalam berbagai tahap proses hukum yang menyusul kematian tragis Elda.

“Mulai dari pengambilan jenazah, visum, pemakaman, otopsi, hingga langkah-langkah lainnya, saya terlibat aktif membantu keluarga,” ungkapnya.

Sebagai tokoh masyarakat, Petrus berharap pihak kepolisian dapat memanggilnya untuk memberikan kesaksian dan membantu mengungkap kasus ini secara terang benderang.

“Saya ingin keadilan untuk keluarga korban. Saya siap kapan pun diminta memberikan keterangan,” tutup Petrus. **

 

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru