Pilkada Flores Timur 2024 Tetap Digelar di Tengah Erupsi, TPS Khusus Didirikan di Pengungsian

- Redaksi

Rabu, 13 November 2024 - 22:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, GBRNews.id –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan bahwa pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Flores Timur tetap akan dilaksanakan di tengah bencana yang terjadi di daerah itu.

“Nanti akan ada tempat pemungutan suara (TPS) khusus di lokasi pengungsian,” kata Penjabat Gubernur NTT Andriko Noto Susanto kepada wartawan di Kupang, Rabu, (13/11).

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 pada 27 November mendatang di Kabupaten Flores Timur yang kini masih diterjang bencana erupsi Gunung Lewotobi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andriko mengatakan kemungkinan akan ada beberapa TPS yang akan dibangun lokasi pengungsian, sebab sebelumnya sudah ada pembahasan berkaitan hal pilkada di Flores Timur.

“Sore nanti juga akan ada pembahasan lanjutan melalui zoom dengan Mendagri, KPU dan pihak terkait berkaitan dengan pelaksanaan pilkada di Flores Timur,” ujar dia.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur Jemris Fointuna juga memastikan bahwa pelaksanaan pilkada tetap berlangsung di daerah bencana tersebut.

“Dengan memindahkan lokasi TPS dari 11 desa dari 14 desa terdampak bencana itu ke posko pengungsian,” ujar dia.

Saat ini, ujar dia, KPU Flores Timur bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten setempat tengah mendata kembali pengungsi untuk memastikan kembali pengungsi sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) atau belum.

“Yang menjadi tugas berat KPU dan dinas terkait adalah harus memastikan korban erupsi yang terdata dalam DPT itu berada di lokasi pengungsian yang mana,” ujarnya.

Menurut dia, pendataan tersebut juga untuk memastikan berapa jumlah TPS yang harus disiapkan di lokasi pengungsian itu. **

Berita Terkait

Hampir 2 Bulan Pascagempa, 240 Huntara Tahap Satu di Mabar Belum Dibangun
Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Hampir 2 Bulan Pascagempa, 240 Huntara Tahap Satu di Mabar Belum Dibangun

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Berita Terbaru