Labuan Bajo, GBRNews.id –Perkembangan terbaru kasus kematian Sustiana Melci Elda (23), yang diduga sebagai korban penganiayaan brutal di rumah suaminya, Eduardus Ungkang, di Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam.
Adrianus Jehadun, ayah dari almarhumah Elda begitu disapa, menyatakan bahwa keluarga korban sepenuhnya bergantung pada Polres Manggarai Barat untuk mengungkap fakta di balik tragedi ini.
Pada Sabtu malam (19/10), Adrianus menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) dari Polres Manggarai Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami terima surat ini sekitar pukul 22.00 WITA. Isinya tentang perkembangan hasil penyelidikan,” jelas Adrianus kepada
Gbrnews.id, Minggu malam (20/10).
Adrianus menyampaikan harapannya kepada Polres Manggarai Barat agar keadilan segera ditegakkan dalam kasus yang menimpa putrinya.
“Kasus kematian anak saya, kami sebagai keluarga korban menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.
Harapan Keluarga Terhadap Penegakan Hukum
Surat pemberitahuan tersebut merujuk pada laporan polisi Nomor: LP/B/150/X/2024/SPKT/Polres Manggarai Barat/Polda NTT dan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP. Sidik/72/X/RES.1.6/2024/Sat Reskrim, yang menyatakan bahwa kasus penganiayaan ini telah resmi dinaikkan ke tahap penyidikan pada Selasa, 15 Oktober 2024.
Penyelidik akan segera memeriksa saksi-saksi serta melakukan penyitaan barang bukti yang berhubungan dengan dugaan tindak pidana penganiayaan ini.
Namun, yang dinantikan oleh semua pihak adalah hasil autopsi terhadap jenazah Sustiana yang telah dilakukan pada Sabtu, 12 Oktober 2024.
Otopsi Sebagai Kunci Utama
Elda ditemukan tak bernyawa di rumah suaminya, dan dugaan penganiayaan menjadi titik fokus utama penyelidikan.
Autopsi terhadap jenazah Elda dilakukan oleh Tim Forensik Polda NTT dan Inafis Polres Manggarai Barat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Watu Langkas, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, pada Sabtu (12/10).
Hingga kini, hasil resmi autopsi belum dipublikasikan, dan keluarga besar almarhumah menunggu dengan penuh harap agar kasus ini bisa segera menemui titik terang.
Suami di Tengah Sorotan
Sementara itu, publik menyoroti peran suami almarhumah, Eduardus Ungkang, dalam insiden ini. Kecurigaan dan dugaan mengarah pada kemungkinan keterlibatannya, meskipun polisi belum merilis pernyataan resmi tentang statusnya dalam kasus ini.
Keluarga korban, bersama masyarakat Desa Nggorang, sangat mengharapkan agar penyidikan berjalan dengan cepat dan transparan.
Adrianus Jehadun bersama keluarga korban kini hanya bisa menunggu proses hukum yang berjalan.
“Kami berharap keadilan bisa ditegakkan. Anak kami meninggal dengan cara yang sangat tidak wajar dan kami ingin tahu siapa yang bertanggung jawab,” tambahnya. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










