Labuan Bajo, GBRNews.id –Kematian tragis Sustiana Melci Elda (23) pada Kamis, 3 Oktober 2024, di rumah suaminya, Eduardus Ungkang, di Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, telah mengguncang masyarakat dan menjadi perhatian luas, termasuk dari pihak pemerintah.
Kasus ini bukan sekadar tragedi pribadi, tetapi simbol dari perjuangan panjang dalam memastikan keadilan dan perlindungan bagi perempuan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tragedi ini menyentuh hati publik dan menimbulkan gelombang empati. Berbagai pihak kini mendesak agar penyebab kematian Elda diungkap dengan jelas, agar keadilan dapat ditegakkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, melalui Dinas Sosial dan unit Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), telah memantau kasus ini sejak pekan lalu, berupaya memastikan setiap langkah investigasi berjalan dengan baik.
“Kami terus mendampingi dan mendorong perkembangan kasus ini. Komunikasi dengan Pemdes Nggorang terjalin aktif, dan kami berupaya memastikan semua pihak terkait bergerak bersama”, ujar Kadis Dinsos Mabar, Marselinus Jebaru, kepada Gbrnews.id, Sabtu (12/10) siang, saat proses otopsi berlangsung di TPU Watu Langkas.
Kini, harapan terbesar terletak pada kehadiran Tim Forensik dari Polda NTT dan Inafis Polres Manggarai Barat. Tim ini diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai penyebab kematian Elda.
“Kehadiran tim forensik dan inafis ini sangat kami nantikan. Kami ingin kasus ini terungkap sejelas-jelasnya, agar masyarakat mengetahui kebenaran di balik tragedi ini”, tegasnya.
PPA, selain mendampingi keluarga korban, juga terus menjalin komunikasi erat dengan PPA Provinsi NTT. Kolaborasi lintas instansi ini penting untuk memastikan investigasi berjalan sesuai prosedur dan kasus ini dikawal hingga tuntas.
“Pemerintah, khususnya PPA, akan terus berperan aktif hingga kasus ini terungkap sepenuhnya. Kami berharap hasil otopsi dapat diumumkan secara terbuka kepada publik,” jelas Marselinus.**
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










