Tragedi Kematian Elda, Pemda Mabar Desak Transparansi Hasil Otopsi oleh Kepolisian

- Redaksi

Minggu, 13 Oktober 2024 - 00:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Kematian tragis Sustiana Melci Elda (23) pada Kamis, 3 Oktober 2024, di rumah suaminya, Eduardus Ungkang, di Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, telah mengguncang masyarakat dan menjadi perhatian luas, termasuk dari pihak pemerintah.

Kasus ini bukan sekadar tragedi pribadi, tetapi simbol dari perjuangan panjang dalam memastikan keadilan dan perlindungan bagi perempuan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tragedi ini menyentuh hati publik dan menimbulkan gelombang empati. Berbagai pihak kini mendesak agar penyebab kematian Elda diungkap dengan jelas, agar keadilan dapat ditegakkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, melalui Dinas Sosial dan unit Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), telah memantau kasus ini sejak pekan lalu, berupaya memastikan setiap langkah investigasi berjalan dengan baik.

“Kami terus mendampingi dan mendorong perkembangan kasus ini. Komunikasi dengan Pemdes Nggorang terjalin aktif, dan kami berupaya memastikan semua pihak terkait bergerak bersama”, ujar Kadis Dinsos Mabar, Marselinus Jebaru, kepada Gbrnews.id, Sabtu (12/10) siang, saat proses otopsi berlangsung di TPU Watu Langkas.

Kini, harapan terbesar terletak pada kehadiran Tim Forensik dari Polda NTT dan Inafis Polres Manggarai Barat. Tim ini diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai penyebab kematian Elda.

“Kehadiran tim forensik dan inafis ini sangat kami nantikan. Kami ingin kasus ini terungkap sejelas-jelasnya, agar masyarakat mengetahui kebenaran di balik tragedi ini”, tegasnya.

PPA, selain mendampingi keluarga korban, juga terus menjalin komunikasi erat dengan PPA Provinsi NTT. Kolaborasi lintas instansi ini penting untuk memastikan investigasi berjalan sesuai prosedur dan kasus ini dikawal hingga tuntas.

“Pemerintah, khususnya PPA, akan terus berperan aktif hingga kasus ini terungkap sepenuhnya. Kami berharap hasil otopsi dapat diumumkan secara terbuka kepada publik,” jelas Marselinus.**

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru