Hampir 2 Bulan Pascagempa, 240 Huntara Tahap Satu di Mabar Belum Dibangun

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah warga terdampak di 
Kampung Nobo, Dusun Watu Letang, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat. Foto Yulianus Dirto

Kondisi rumah warga terdampak di Kampung Nobo, Dusun Watu Letang, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat. Foto Yulianus Dirto

LABUAN BAJO, GBRNews.id – Hampir dua bulan setelah gempa Magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban gempa di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), belum juga dimulai.

Untuk tahap pertama, sebanyak 240 unit huntara telah diusulkan. Namun, hingga awal Oktober 2026, pembangunan fisik huntara tersebut masih dalam proses.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui proses pembangunan huntara di Mabar berjalan lebih lambat dibandingkan sejumlah kabupaten lain yang juga terdampak gempa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Person in Charge (PIC) BNPB untuk Kabupaten Manggarai Barat, Hadi Sutrisno, mengatakan 240 unit huntara tahap satu tersebut berasal dari 488 rumah yang mengalami rusak berat. Data itu mencakup warga yang tidak memilih skema Dana Tunggu Hunian (DTH).

“Untuk SK Huntara sendiri tahap satu itu sudah diusulkan, sejumlah 240 dan saat ini kami sedang melakukan progresnya. Memang belum cepat prosesnya, tidak seperti di kabupaten yang lain,” kata Hadi di Labuan Bajo, Rabu (7/10/2026).

Menurut Hadi, salah satu alasan proses tersebut belum berjalan cepat karena BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memastikan seluruh administrasi harus terpenuhi sebelum pembangunan huntara dimulai.

Selain itu, skema DTH masih akan ditinjau kembali. Dalam perkembangannya, sebagian warga yang sebelumnya memilih DTH dapat berubah pilihan menjadi penerima huntara.

“Dalam perkembangannya akan ada yang kemudian dari DTH berubah ke huntara. Tapi tetap dari data yang sudah masuk 240 itu kami prioritaskan untuk pembangunan huntaranya,” jelasnya.

6.657 Rumah Rusak

Sebelumnya, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyatakan sebanyak 6.657 rumah telah diverifikasi mengalami kerusakan akibat gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 488 rumah mengalami rusak berat, 4.580 rumah rusak ringan dan 1.589 rumah mengalami rusak.

Untuk warga yang rumahnya mengalami rusak berat, pemerintah memberikan dua pilihan, yakni mendapatkan pembangunan huntara atau menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) setiap bulan.

Dengan demikian, 240 unit huntara yang diusulkan pada tahap satu tersebut menjadi bagian dari penanganan warga yang rumahnya mengalami rusak berat dan tidak memilih skema DTH.

Gempa Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah Pulau Flores, termasuk Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo dan Sikka. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Pilkades Mbeliling, 3 Petahana Tumbang, Quirinus Urudin Raih Suara Tertinggi 388
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Hampir 2 Bulan Pascagempa, 240 Huntara Tahap Satu di Mabar Belum Dibangun

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Berita Terbaru