LABUAN BAJO, GBRNews.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Manggarai Barat membekali jajaran Sudamala Resort Labuan Bajo dengan teknik penanganan kebakaran.
Pembekalan tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran yang digelar di Sudamala Resort, Jumat (18/9/2026).
Sebanyak 30 peserta dari lingkungan resor mengikuti kegiatan tersebut. Mereka didampingi personel Satpol PP, lima petugas Unit Damkar Manggarai Barat, serta satu unit armada pemadam kebakaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pencegahan dan penanganan dini kebakaran. Peserta kemudian langsung mempraktikkan cara menghadapi situasi darurat di lapangan.
Dalam simulasi, peserta dilatih menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Mereka juga diperkenalkan dengan teknik pemadaman sederhana menggunakan karung goni.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik yang diberikan petugas Damkar.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Manggarai Barat, Yeremias Ontong, mengapresiasi langkah Sudamala Resort yang menggelar pelatihan tersebut.
“Kegiatan seperti ini patut dicontoh oleh seluruh pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo. Keselamatan bukan hal yang bisa ditawar, dan kesiapan menghadapi keadaan darurat adalah tanggung jawab bersama,” ujar Yeremias, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, kesiapsiagaan perlu dibangun melalui latihan secara berkala. Hal itu penting mengingat sektor pariwisata berhadapan langsung dengan wisatawan dan memiliki aktivitas dengan tingkat risiko yang perlu diantisipasi.
“Kami berkomitmen mendorong pembinaan dan pelatihan kesiagaan keselamatan secara berkala di setiap destinasi dan penginapan. Agar Labuan Bajo tidak hanya dikenal indah, melainkan juga aman dan tertib bagi siapa pun yang berkunjung,” tegasnya.
Sementara itu, pelaku usaha pariwisata Labuan Bajo, Obe Hormat, menilai simulasi kebakaran harus menjadi bagian dari kesiapsiagaan rutin, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Keselamatan tamu dan karyawan harus menjadi prioritas utama dalam industri pariwisata. Karena itu, simulasi kebakaran jangan hanya dianggap sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi latihan rutin agar ketika terjadi kondisi darurat, semua orang tahu apa yang harus dilakukan,” ujar Obe Hormat, Sabtu siang.

Ia berharap sinergi pemerintah, Satpol PP, Damkar, dan pelaku pariwisata terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan wisata yang aman.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah, Damkar, Satpol PP, dan pelaku pariwisata dapat terus ditingkatkan, sehingga Labuan Bajo bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai destinasi yang aman dan nyaman bagi wisatawan,” pungkasnya. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi






