LABUAN BAJO, GBRNews.id – Ketajaman Kapten Vamos Bajo, Ibo Nono (4), menjadi salah satu sorotan dalam perjalanan Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026. Libero berusia 26 tahun itu kini mengoleksi 9 gol dan berpeluang besar merebut gelar top skor.
Memiliki nama lengkap Wilibrodua Nono, pemain yang akrab disapa Ramos tersebut merupakan putra kelahiran Bajawa, Kabupaten Ngada. Ia bukan nama baru dalam persepakbolaan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ramos pernah memperkuat PSN Ngada di Liga 3. Ia juga tercatat pernah bermain untuk sejumlah klub, di antaranya Persim, Persami, dan Persamba Manggarai Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada PSSI Cup II Mabar 2026, Ramos memperkuat Vamos Bajo, klub asal Kota Labuan Bajo di bawah asuhan Head Coach Alvin dan Assistant Coach Jaelani.
Sejak fase grup, Ramos menjadi pilihan utama dan kerap masuk dalam starting XI Vamos Bajo. Ketajamannya mulai mencuri perhatian ketika Vamos Bajo menghadapi Warloka pada laga terakhir fase grup Pool A.
Vamos Bajo tampil dominan dan menghancurkan Warloka dengan skor telak 8-0. Dari pesta gol tersebut, Ramos tampil luar biasa dengan mencetak enam gol.
Performa tersebut membuat nama Ibo Nono langsung meroket dalam daftar pencetak gol terbanyak sekaligus mulai diperbincangkan sebagai kandidat kuat top skor.
Ketajamannya berlanjut pada babak berikutnya. Menghadapi Monster Mbeliling, Vamos Bajo kembali tampil superior dan menang telak 9-0.
Dalam pertandingan itu, sang kapten kembali menunjukkan naluri mencetak golnya dengan membukukan hattrick.
Dari dua pertandingan tersebut, Ramos mengoleksi sembilan gol dan menempatkan dirinya sebagai salah satu pemain paling produktif di turnamen.
Langkah Ramos untuk menambah koleksi gol kemudian mendapat ujian ketika Vamos Bajo menghadapi Terang FC pada babak 8 besar, Senin (7/9/2026) sore di Stadion Komodo.
Terang FC tampaknya menyadari ancaman besar yang dimiliki sang kapten. Ramos mendapat pengawalan ketat sepanjang pertandingan dan kesulitan mendapatkan ruang di lini depan.
Pertandingan yang dimulai pukul 13.45 WITA itu berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua tim tampil agresif dan saling jual beli serangan sejak menit awal.
Terang FC lebih dulu memecah kebuntuan pada menit ke-16 melalui Antonio F. Pinto (46) yang menyambut umpan silang Abubakar Kalake (20) dengan sundulan.
Terang FC unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Vamos Bajo meningkatkan tekanan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-42 setelah Rizky Ramadhan (20) memanfaatkan tendangan penjuru untuk mencetak gol penyama kedudukan.
Skor menjadi 1-1.
Enam menit kemudian, tepatnya menit ke-48, Alip (7) kembali membobol gawang Terang FC sekaligus membawa Vamos Bajo berbalik unggul 2-1.
Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit Yeri.
Vamos Bajo pun memastikan tiket ke partai final PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 setelah melakukan comeback dari ketertinggalan 0-1.
Menariknya, dalam laga tersebut Ramos tidak mencetak gol. Pengawalan ketat Terang FC membuat sang kapten harus lebih banyak membuka ruang, membantu membangun serangan dan memperkuat lini belakang.
Memburu Gol ke-10 di Final
Kini, Ramos memiliki kesempatan terakhir untuk menambah koleksi golnya di turnamen.
Pada partai final yang berlangsung Rabu (9/9/2026), Vamos Bajo akan menghadapi Wae Sambi FC.
Ramos hanya membutuhkan satu gol untuk menggenapkan koleksinya menjadi 10 gol.
Gol tersebut tidak hanya akan mempertegas ketajamannya, tetapi juga memperbesar peluangnya meraih gelar top skor PSSI Cup II Manggarai Barat 2026.
Namun, Ramos sebelumnya mendapat persaingan ketat dari Angga Asnandi, pemain Komodo United yang juga mengoleksi 9 gol.
Angga tampil sangat tajam ketika Komodo United menghadapi Mata Wae. Dalam pertandingan tersebut, ia mencetak delapan gol dan turut membawa Komodo United menang telak 13-1.
Satu gol lainnya dicetak Angga pada pertandingan berbeda sehingga total koleksinya mencapai sembilan gol.

Namun, peluang Angga untuk menambah gol sekaligus bersaing memperebutkan gelar top skor berakhir setelah Komodo United tersingkir.
Komodo United harus mengakui keunggulan Black Crown 0-1 pada babak 8 besar, Jumat (4/9/2026) sore.
Dalam pertandingan tersebut, Angga memiliki sejumlah peluang. Namun, hingga waktu normal dan tambahan waktu dua kali 15 menit, ia gagal membobol gawang Black Crown yang dikawal Romi Aryadi, yang akrab disapa Cicak.
Laga itu kemudian dibayangi insiden serius setelah pertandingan. Wasit Fredi dipukul Pelatih Komodo United, Romanus Novri, hingga mengalami luka dan harus mendapat perawatan di RS Siloam Labuan Bajo.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan secara resmi kepada pihak kepolisian.
Komodo United juga mendapat sanksi tegas berupa blacklist, sementara kepelatihan Romanus Novri dibekukan.
Dihimpun, meskipun Angga Asnandi telah mengoleksi 9 gol, torehan tersebut tidak lagi diperhitungkan dalam persaingan top skor karena Komodo United telah tersingkir dari turnamen.
Dengan demikian, Ibo Nono menjadi salah satu pemain dengan koleksi gol terbanyak dari tim yang masih bertahan hingga partai final. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi






