LABUAN BAJO, GBRNews.id – Laga perebutan juara III Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 berlangsung panas. Terang FC akhirnya keluar sebagai juara III setelah menumbangkan Black Crown dengan skor 3-1 melalui babak extra time di Stadion Komodo, Labuan Bajo, Selasa (8/9/2026).
Pertandingan yang dimulai pukul 15.00 WITA itu dipimpin wasit utama Hans.
Sejak awal pertandingan, kedua tim bermain cukup hati-hati. Terang FC dan Black Crown saling membaca permainan sambil sesekali melancarkan serangan ke pertahanan lawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga water break, belum ada gol yang tercipta. Skor masih imbang 0-0.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-34. Febriansyah (21) membawa Terang FC unggul 1-0 setelah menerima umpan matang dari Adi Atep di depan garis kotak penalti.
Febriansyah langsung melepaskan sepakan keras ke arah gawang. Bola gagal diantisipasi kiper Black Crown, Romi Aryadi, dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Terang FC.
Black Crown berusaha merespons. Namun, hingga turun minum, Terang FC tetap mampu mempertahankan keunggulannya.
Memasuki babak kedua, pelatih Black Crown Bastian memasukkan Indra Woda (99). Kehadiran pemain tersebut membuat permainan Black Crown semakin agresif.
Kedua tim kemudian terlibat jual beli serangan. Beberapa peluang tercipta, namun belum mampu menghasilkan gol.
Terang FC juga mendapatkan peluang melalui tendangan bebas setelah Semy Rae (15), yang akrab disapa Sambo, melakukan pelanggaran. Adi Atep (10) yang menjadi eksekutor melepaskan tendangan keras, tetapi bola masih melambung di atas mistar gawang.
Baku Pukul Pecah
Situasi pertandingan kemudian memanas. Kiper Black Crown, Romi Aryadi, terlibat insiden dengan striker Terang FC, Faisal (24). Insiden tersebut berujung baku pukul antarpemain di dalam lapangan.
Beruntung, pihak keamanan bersama panitia bergerak sigap mengamankan situasi sehingga kericuhan tidak meluas.
Wasit utama Hans kemudian mengeluarkan kartu merah kepada kiper Romi Aryadi. Kapten Black Crown, Oyas (15), juga diganjar kartu merah dalam insiden tersebut.
Tak hanya pemain Black Crown, striker Terang FC, Faisal (24), turut menerima kartu merah.
Keluarnya Romi membuat Black Crown harus mencari pengganti di bawah mistar gawang. Fatih (7), yang berposisi sebagai gelandang bertahan, terpaksa dipasang sebagai kiper untuk melanjutkan pertandingan.
Dengan dua pemainnya menerima kartu merah, Black Crown harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit. Meski demikian, mereka tidak menyerah dan tetap berusaha memberikan perlawanan kepada Terang FC.
Pada menit ke-73, Black Crown justru berhasil menyamakan kedudukan melalui Indra Woda (99). Memanfaatkan serangan cepat, Indra berhasil membobol gawang Terang FC.
Skor berubah menjadi 1-1.
Kedua tim terus saling menekan hingga waktu normal berakhir. Tidak ada gol tambahan sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak extra time dua kali 15 menit.
Memasuki extra time, Terang FC langsung mengambil inisiatif menyerang. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika Adi Atep kembali menjadi pembeda.
Melalui tendangan bebas dari jarak jauh, Adi Atep melepaskan sepakan keras yang gagal dibaca kiper Black Crown. Bola bersarang di gawang dan membawa Terang FC kembali unggul 2-1.
Black Crown mencoba membalas melalui serangan-serangan panjang. Namun, upaya mereka belum mampu mengubah kedudukan.
Drama kembali terjadi ketika pelatih Black Crown, Bastian, memprotes keputusan wasit utama Hans. Bastian bahkan masuk ke lapangan dan terlibat adu mulut dengan wasit.
Beruntung, pihak keamanan langsung bergerak mengantisipasi situasi sehingga ketegangan tidak berlanjut menjadi kericuhan.
Terang FC semakin percaya diri. Pada menit ke-106, Serfin (99) berhasil menambah keunggulan Terang FC menjadi 3-1.
Black Crown terus berupaya memperkecil ketertinggalan hingga menit-menit akhir. Namun, pertahanan Terang FC mampu mempertahankan keunggulan.
Peluit panjang wasit Hans akhirnya memastikan kemenangan Terang FC dengan skor 3-1 atas Black Crown.
Dengan hasil tersebut, Terang FC resmi menjadi juara III Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026, sedangkan Black Crown harus puas di posisi berikutnya.
Laga perebutan juara III ini menjadi salah satu pertandingan paling dramatis dalam turnamen, setelah diwarnai baku pukul antarpemain, dua kartu merah, protes pelatih hingga pertandingan harus ditentukan melalui extra time. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi






