LABUAN BAJO, GBRNews.id – Pelatih kepala PSN Ngada, Kletus Marselinus Gabhe, mendorong PSSI Kabupaten Manggarai Barat tidak hanya fokus menggelar turnamen, tetapi mulai membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan.
Menurut Coach Kletus Gabhe, kemajuan sepak bola tidak cukup hanya dengan menghadirkan kompetisi. Pembinaan pemain, peningkatan kualitas pelatih, profesionalisme perangkat pertandingan hingga tata kelola panitia penyelenggara harus berjalan beriringan.
Hal tersebut disampaikan Kletus Gabhe saat menyaksikan langsung Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 di Stadion Komodo, Labuan Bajo, Senin (10/8) sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari tribun VIP, Kletus Gabhe didampingi Lurah Labuan Bajo Vinsensius Taso menyaksikan pertandingan antara Wae Sambi FC dan Sama Nggitan FC.
Ia memberikan apresiasi kepada pengurus PSSI Kabupaten Manggarai Barat dan panitia yang telah menyelenggarakan turnamen tersebut.
Namun, bagi Kletus Gabhe, PSSI Cup II harus dilihat lebih jauh dari sekadar ajang pertandingan. Kompetisi semacam ini, kata dia, dapat menjadi bagian penting dalam membangun fondasi sepak bola daerah apabila digelar secara rutin dan dibarengi pembinaan yang serius.
Latihan dan Kompetisi Harus Berjalan Seimbang
Kletus Gabhe menegaskan, pembinaan sepak bola yang ideal harus memiliki dua elemen utama, yakni latihan dan kompetisi.
Keduanya tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
“Pembinaan itu ada dua elemen yang harus didorong. Tidak bisa hanya latihan saja tanpa kompetisi, atau sebaliknya, hanya kompetisi tanpa latihan,” ujar Kletus Gabhe kepada GBRNews.id saat ditemui di tribun VIP Stadion Komodo.
Ia berharap Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat dapat terus digulirkan secara rutin. Dengan kompetisi yang berkelanjutan, setiap klub akan terdorong mempersiapkan tim secara lebih matang melalui program latihan yang terstruktur dan berkualitas.
Menurutnya, kompetisi yang konsisten juga menjadi ruang penting bagi pemain untuk menguji kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding.
Game Ability Bagus, Game Knowledge Perlu Diperkuat
Berbekal pengalamannya di dunia sepak bola NTT dan Liga Nusantara, Kletus Gabhe melihat daerah ini sebenarnya memiliki banyak pemain dengan potensi besar.
Ia menilai talenta pemain NTT dari sisi game ability atau kemampuan bermain sudah sangat mumpuni. Namun, masih ada pekerjaan rumah pada aspek game knowledge, yakni pemahaman terhadap taktik, penempatan posisi dan pengambilan keputusan ketika berada di lapangan.
“Anak-anak NTT itu punya game ability yang bagus. Tetapi, game knowledge-nya yang perlu terus didorong. Misalnya pemahaman penempatan posisi atau keputusan saat memegang bola,” jelasnya.
Menurut Kletus Gabhe, minimnya kompetisi yang digelar secara konsisten menjadi salah satu penyebab kemampuan tersebut belum berkembang secara maksimal.
Jeda kompetisi yang terlalu panjang juga dapat membuat pemain kehilangan sentuhan permainan. Sebab, pengalaman bertanding secara rutin sangat penting untuk membentuk kemampuan pemain dalam membaca situasi dan mengambil keputusan secara cepat.
PSSI Mabar Diminta Bangun Ekosistem
Karena itu, Coach Kletus Gabhe berharap PSSI Manggarai Barat dapat menjadikan momentum PSSI Cup II sebagai bagian dari langkah yang lebih besar dalam membangun ekosistem sepak bola daerah.
Ia menekankan, menggelar turnamen hanyalah satu bagian dari proses panjang pembinaan.
Menurut Kletus Gabhe, sedikitnya ada beberapa elemen yang perlu diperkuat.
Pertama, peningkatan kualitas SDM pelatih melalui kursus dan pelatihan secara berkelanjutan. Pelatih lokal harus terus meningkatkan kapasitas agar mampu menyusun program latihan yang sesuai dengan kebutuhan pemain.
Kedua, kualitas perangkat pertandingan, khususnya wasit. Profesionalisme dan kemampuan wasit dinilai penting untuk menciptakan pertandingan yang adil sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi.
Ketiga, manajemen panitia penyelenggara (panpel). Tata kelola pertandingan harus terus diperbaiki agar turnamen berlangsung aman, tertib, rapi dan profesional.
“Kalau latihannya disiapkan dengan baik oleh pelatih berkualitas, lalu dipimpin oleh perangkat pertandingan dan panpel yang baik, maka ekosistem sepak bola kita pasti akan lebih maju,” katanya.
Coach Kletus Gabhe optimistis Manggarai Barat maupun NTT memiliki potensi besar untuk melahirkan pemain yang mampu bersaing di level lebih tinggi.
“Kita punya potensi besar untuk menyumbang banyak pemain ke level yang lebih tinggi di Indonesia,” pungkasnya.
Kletus Segera Tangani Krisna FC
Kehadiran Kletus Gabhe di Stadion Komodo bukan sekadar sebagai penonton. Pelatih berpengalaman itu nantinya dipercaya menangani Krisna FC, klub asal Labuan Bajo yang ambil bagian dalam Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026.

Krisna FC dijadwalkan menghadapi PS Menjaga pada Selasa (11/8/2026) pukul 14.30 WITA.
PS Menjaga merupakan klub asal Kecamatan Komodo, tepatnya wilayah selatan Labuan Bajo. Klub tersebut sebelumnya mencatat prestasi pada Open Turnamen Bupati Cup 2022 dengan menempati posisi juara empat dan masuk nominasi klub terbaik dari 49 klub yang berpartisipasi.
Pertandingan Krisna FC kontra PS Menjaga menjadi panggung pembuktian Coach Kletus Gabhe di hadapan publik Manggarai Barat. Laga ini sekaligus menjadi kesempatan pertamanya menunjukkan racikan dan strategi yang dibawanya bersama Krisna FC.
Publik pun akan melihat langsung sejauh mana sentuhan Coach Kletus mampu membawa Krisna FC tampil kompetitif di PSSI Cup II Manggarai Barat 2026. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










