Jenazah LC THM Le Dupar Diterbangkan ke Jawa Barat, Keluarga Mengikhlaskan

- Redaksi

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, GBRNews.id Manajemen tempat hiburan malam (THM) Le Dupar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, menyatakan bertanggung jawab penuh atas pemulangan jenazah RR (24), pemandu lagu asal Karawang, Jawa Barat, yang meninggal dunia usai menjalani perawatan medis di RS Siloam Labuan Bajo, Senin (4/5/2026) sekitar pukul 09.14 Wita.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab moral terhadap almarhumah yang merupakan bagian dari lingkungan kerja mereka.

“Mulai dari penanganan medis hingga proses pemulangan jenazah ke Karawang, semuanya kami tanggung sepenuhnya,” ujar perwakilan manajemen Le Dupar, Emanuel Jefanya, dalam keterangan pers yang diterima media ini, Selasa (5/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menanggung biaya perawatan selama di rumah sakit, pihak manajemen juga memastikan seluruh proses administrasi dan pemulangan jenazah berjalan lancar hingga tiba di kampung halaman untuk dimakamkan secara layak oleh keluarga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah diberangkatkan pada Senin sore melalui Bandara Internasional Komodo menuju Jawa Barat.

Di sisi lain, pihak keluarga korban disebut telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan mengikhlaskan kepergian almarhumah. Kepolisian memastikan tidak ada keberatan maupun laporan dari pihak keluarga.

“Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan yang isinya menerima dengan ikhlas kematian korban. Tidak ada komplain atau keberatan yang diajukan kepada kami sejauh ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, Selasa (5/5/2026).

Meski demikian, Satreskrim Polres Manggarai Barat tetap melakukan penyelidikan guna memastikan tidak adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.

Sejauh ini, sedikitnya tujuh orang saksi telah diperiksa, termasuk pihak manajemen, rekan kerja korban, hingga pengemudi yang mengantar korban ke rumah sakit.

“Kami masih mendalami penyebab pasti kematian korban. Serangkaian tindakan penyelidikan sudah dilakukan, termasuk pengambilan keterangan dari orang-orang terdekatnya saat kejadian,” jelas AKP Lufthi.

Pihak manajemen Le Dupar tengah mengurus jenazah almarhumah di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo. (Dok. Polres Mabar)
Pihak manajemen Le Dupar tengah mengurus jenazah almarhumah di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo. (Dok. Polres Mabar)

Namun, penyelidikan menghadapi kendala karena jenazah telah dipulangkan ke Karawang, sehingga autopsi lanjutan tidak dapat dilakukan di Labuan Bajo.

Kronologi Singkat

Peristiwa bermula pada Minggu (3/5/2026), saat korban mengeluh sakit di tempat tinggalnya. Melihat kondisi yang terus menurun, rekan kerja bersama pihak manajemen segera membawa korban ke RS Siloam Labuan Bajo.

Menurut keterangan saksi, korban masih dalam kondisi sadar saat tiba di rumah sakit dan sempat menjalani perawatan intensif selama kurang lebih 11 jam.

Namun, kondisi korban memburuk hingga akhirnya meninggal dunia setelah mengalami sesak napas dan kejang.

Bantah Isu Meninggal Saat Bekerja

Manajemen Le Dupar menegaskan bahwa korban tidak meninggal dalam kondisi bekerja.

“Peristiwa terjadi di tempat tinggal dan saat itu almarhumah dalam kondisi off duty,” tegas Emanuel.

Baik pihak manajemen maupun kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru