Ahmad Yohan Serukan Politik Pangan Berpihak pada Petani Lahan Kering NTT

- Redaksi

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan (kiri) ketika menyampaikan materi pada kuliah umum di Pascasarjana Undana. Kamis, 5 Maret 2026 dipandu Direktur Pascasarjana Undana Dr. Hamzah Wulakada (kanan).

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan (kiri) ketika menyampaikan materi pada kuliah umum di Pascasarjana Undana. Kamis, 5 Maret 2026 dipandu Direktur Pascasarjana Undana Dr. Hamzah Wulakada (kanan).

KUPANG, GBRNews.id – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, menegaskan pentingnya keberpihakan politik pangan nasional terhadap petani lahan kering di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, petani di wilayah tersebut tidak boleh terus berada di pinggiran kebijakan negara.

Penegasan itu disampaikan Ahmad Yohan dalam kuliah umum bertajuk “Politik Pangan dan Masa Depan Petani Lahan Kering NTT” yang digelar di Aula Pascasarjana Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri akademisi, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian. Diskusi dipandu Direktur Pascasarjana Undana, Hamzah H. Wulakada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Ahmad Yohan menegaskan bahwa politik pangan tidak boleh hanya dipahami sebatas kebijakan distribusi atau stabilisasi harga. Lebih dari itu, politik pangan harus menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat produksi dalam negeri, terutama di daerah dengan tantangan geografis seperti NTT.

“Petani lahan kering tidak boleh terus berada di pinggiran kebijakan. Mereka harus menjadi pusat perhatian dalam perumusan politik pangan nasional,” tegasnya.

Sebagai pimpinan di Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, ia menyoroti pentingnya mengoptimalkan potensi pangan lokal seperti jagung, sorgum, dan berbagai komoditas adaptif yang sesuai dengan karakteristik lahan kering di NTT.

Menurutnya, pendekatan pembangunan pertanian di wilayah timur Indonesia tidak bisa disamakan dengan daerah yang memiliki sistem irigasi yang memadai. Karena itu, strategi pengembangan harus disesuaikan dengan kondisi alam setempat.

Suasana kuliah umum bertajuk “Politik Pangan dan Masa Depan Petani Lahan Kering NTT” yang digelar di Aula Pascasarjana Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Kamis (5/3/2026).
Suasana kuliah umum bertajuk “Politik Pangan dan Masa Depan Petani Lahan Kering NTT” yang digelar di Aula Pascasarjana Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Kamis (5/3/2026).

Ahmad Yohan juga menekankan pentingnya investasi pada teknologi pertanian berbasis iklim, peningkatan akses permodalan bagi petani, serta jaminan harga yang adil untuk hasil produksi mereka.

Tanpa keberpihakan anggaran dan regulasi yang konsisten, kata dia, petani lahan kering akan terus menghadapi siklus kerentanan ekonomi yang berkepanjangan.

Dalam konteks ketahanan pangan nasional, ia mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap impor pangan bukanlah solusi jangka panjang. Pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi memperkuat cadangan pangan domestik melalui peningkatan produksi lokal.

Ia juga mendorong Undana menjadi pusat inovasi pengembangan pertanian lahan kering.

“Undana harus menjadi laboratorium hidup bagi pengembangan pertanian lahan kering. Risetnya harus menyentuh sawah dan kebun rakyat,” ujarnya.

Ahmad Yohan menegaskan, sebagai pimpinan di Komisi IV DPR RI, dirinya siap membuka ruang komunikasi antara Undana dengan kementerian teknis guna memperkuat program pengembangan pertanian di NTT.

Ia berharap perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan sarjana pertanian, tetapi juga melahirkan inovator dan wirausaha muda di bidang agroteknologi yang mampu mendorong modernisasi pertanian lahan kering.

“Jika kampus bergerak, kebijakan berpihak, dan petani diperkuat, maka masa depan pertanian lahan kering NTT akan lebih cerah,” tegasnya.

Kuliah umum tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi masa depan pertanian NTT di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika pasar global. Ahmad Yohan mendorong generasi muda dan kalangan akademisi untuk aktif melakukan riset serta inovasi pertanian yang relevan dengan kondisi daerah.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan (kiri) ketika menyampaikan materi pada kuliah umum di Pascasarjana Undana. Kamis, 5 Maret 2026 dipandu Direktur Pascasarjana Undana Dr. Hamzah Wulakada (kanan).
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan (kiri) ketika menyampaikan materi pada kuliah umum di Pascasarjana Undana. Kamis, 5 Maret 2026 dipandu Direktur Pascasarjana Undana Dr. Hamzah Wulakada (kanan).

“Politik pangan harus berpihak. Jika tidak, petani lahan kering akan terus menjadi korban kebijakan yang tidak kontekstual,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara dunia akademik, legislatif, dan masyarakat dalam merumuskan masa depan pertanian yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan bagi NTT. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Hampir 2 Bulan Pascagempa, 240 Huntara Tahap Satu di Mabar Belum Dibangun
Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Hampir 2 Bulan Pascagempa, 240 Huntara Tahap Satu di Mabar Belum Dibangun

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Berita Terbaru