Manggarai Timur, GBRNews.id– Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mulai melakukan evaluasi kinerja dan pemetaan jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) sebagai langkah awal menuju rotasi dan mutasi jabatan. Kegiatan berlangsung selama empat hari, dari 16 hingga 20 Juni 2025, di Kantor Bupati Manggarai Timur.
Sebanyak 21 pejabat eselon II mengikuti proses ini, terdiri dari 16 orang peserta pemetaan (job fit) dan 5 orang peserta evaluasi kinerja. Evaluasi dilakukan untuk mengukur kesesuaian kompetensi, integritas, dan kinerja dalam menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemda.
“Job fit dan evaluasi ini bertujuan untuk memastikan pejabat yang menduduki posisi strategis benar-benar memiliki integritas, kapasitas manajerial, serta kemampuan teknis dan sosiokultural yang dibutuhkan,” ujar Ketua Panitia Seleksi, Ir. Boni Hasudungan, Senin (16/6/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proses ini telah mendapatkan persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui surat nomor: 03800/R-AK.02.03/SD/K/2025 tertanggal 3 Mei 2025. Tim seleksi terdiri dari lima orang: dua dari internal Pemda dan tiga dari eksternal, termasuk akademisi dan tokoh masyarakat.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH., M.Hum., menegaskan pentingnya kompetensi dan kepemimpinan dalam mengisi jabatan tinggi pratama.
“Pejabat harus punya kualifikasi sesuai standar kepegawaian dan motivasi kepemimpinan yang kuat. Ini penting agar bisa menjalankan program, berinovasi, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tegas Agas.
Ia juga menyebut bahwa hasil evaluasi ini akan dijadikan dasar untuk rotasi atau mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Manggarai Timur.
Evaluasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemda dalam membangun sistem manajemen ASN yang profesional, berbasis merit, dan akuntabel. (*)
Penulis : Nardin Lonnista
Editor : Redaksi










