Borong, GBRNews.id – Pemerintah Desa Leong, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, bersama masyarakat setempat resmi membentuk Koperasi Desa Merah Putih Leong pada Jumat, 23 Mei 2025. Koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui berbagai unit usaha berbasis potensi lokal.
Kepala Desa Leong, Gaspar Mbolong Nagang, menjelaskan bahwa pembentukan koperasi dilakukan usai sosialisasi yang digelar bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Setelah sosialiasi, langsung bentuk pengurus hingga pengawas. Jadi, pengurus dan pengawas sudah terbentuk,” jelas Kades Gaspar saat dikonfirmasi pada Rabu, 28 Mei 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Koperasi ini telah memulai penerimaan anggota sejak Senin, 26 Mei. Dengan uang pangkal sebesar Rp300 ribu dan iuran wajib bulanan Rp20 ribu, masyarakat Desa Leong yang berminat bisa mendaftar langsung ke Kantor Desa Leong pada hari kerja.
“Jangan lupa bawa KTP saat mendaftar,” pesan Gaspar.
Koperasi Merah Putih Leong tidak hanya fokus pada simpan pinjam, tetapi akan mengembangkan enam unit usaha unggulan, yaitu:
1. Peternakan ayam petelur
2. Gerai sembako
3. ual beli hasil pertanian
4. Usaha pertanian dan gudang pupuk
5. Klinik atau apotek desa
6. Unit simpan pinjam sebagai pendukung
Gaspar menyebut bahwa pada hari sosialisasi saja, sebanyak 50 warga langsung menyatakan bergabung sebagai anggota koperasi.
“Kami juga segera mengurus akta notaris untuk legalitas koperasi ini,” tambahnya.
Yohanes Jebarus, penyuluh dari Dinas Koperasi dan UKM NTT, mengatakan bahwa sosialisasi menjadi syarat awal dalam pembentukan koperasi.

Ia menambahkan bahwa pemerintah siap mendukung koperasi yang menunjukkan perkembangan baik. Bentuk dukungan bisa berupa akses kredit melalui Himbara (himpunan bank milik negara).
“Yang penting, koperasi ini hidup dan dijalankan secara sukarela oleh anggota. Harus ada simpanan pokok, simpanan wajib, dan yang terpenting: komitmen,” tandasnya.
Yohanes juga mengapresiasi antusiasme warga Leong.
“Pemahaman mereka tentang koperasi sudah di atas 50 persen. Ini awal yang baik,” ujarnya. (*)
Penulis : Nardin Lonnista
Editor : Redaksi










