Pantun ‘Ubur-Ubur Ikan Lele’, Dari Tilang Polisi hingga Tren Massal

- Redaksi

Jumat, 31 Januari 2025 - 15:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Belakangan ini, pantun “Ubur-ubur ikan lele” tengah menggemparkan media sosial, terutama TikTok dan Facebook.

Tren ini berawal dari sebuah video viral yang memperlihatkan seorang pria ditilang polisi. Alih-alih panik atau marah, pria tersebut justru melontarkan pantun jenaka:

“Ubur-ubur ikan lele, kena tilang le.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reaksi santainya yang unik langsung menarik perhatian warganet. Video itu pun meledak di TikTok, mencapai 4,8 juta penonton di akun @wtf.daily11.

Dari Pantun ke Tren Massal

Setelah video tersebut viral, warganet mulai mengikuti tren dengan membuat pantun serupa yang tetap menggunakan frasa “Ubur-ubur ikan lele” dan berima “e”.

Beberapa contoh yang populer di antaranya:
√ “Ubur-ubur ikan lele, apapun masalahnya tetap santai lee.”

√ “Ubur-ubur ikan lele, kapan kumpul lagi leee.”

Tak berhenti di pantun, tren ini semakin meluas dengan munculnya remix lagu “Ubur-Ubur Ikan Lele” yang menjadi backsound banyak video TikTok.

Lagu Lama yang Kembali Naik Daun

Sebenarnya, “Ubur-Ubur Ikan Lele” bukan sekadar pantun dadakan. Frasa ini berasal dari lagu milik rapper Ecko Show, yang dirilis pada 2018. Lagu ini mengandung kritik sosial dengan humor khas, bahkan sempat dibawakan di ajang X Factor Indonesia 2021.

Salah satu lirik yang paling diingat adalah:
“Ubur-ubur, ikan lele
Jadi viral, jadi meme
Gue rapper, tapi kere
Kalah tenar sama lele.”

Selain versi aslinya, lagu ini telah di-remix oleh banyak DJ, termasuk Bass KRM Revolution dan RAMA DJOCKS, yang kini ramai digunakan sebagai sound TikTok.

Viral Sampai ke Labuan Bajo

Fenomena “Ubur-Ubur Ikan Lele” tidak hanya mengguncang skala nasional, tetapi juga merambah hingga ke pengguna media sosial di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Warganet di daerah ini turut meramaikan tren dengan membuat konten kreatif menggunakan pantun dan sound viral tersebut.**

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Berbagai Medsos

Berita Terkait

Hampir 2 Bulan Pascagempa, 240 Huntara Tahap Satu di Mabar Belum Dibangun
Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:27 WITA

Hampir 2 Bulan Pascagempa, 240 Huntara Tahap Satu di Mabar Belum Dibangun

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Berita Terbaru