Potret Buram Proyek Gagal di Pintu Pariwisata Labuan Bajo

- Redaksi

Jumat, 3 Januari 2025 - 19:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Puluhan tahun berlalu, dua bangunan megah di Desa Nggorang, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jembatan Timbang dan Terminal Tipe B menjadi simbol kegagalan pengelolaan anggaran.

Alih-alih menjadi aset strategis, keduanya justru mangkrak dan menuai kritik tajam dari masyarakat.

Jembatan Timbang: 20 Tahun Tanpa Fungsi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dibangun pada 2005, Jembatan Timbang ini berdiri kokoh, tapi tak pernah digunakan hingga 2025.

Kondisi Jembatan Timbang

Fasilitas yang seharusnya mendukung pengelolaan lalu lintas angkutan barang di jalan nasional ini malah menjadi bangunan sia-sia.

Terminal Tipe B: Rp9 Miliar yang Terkubur Sunyi

Terminal Tipe B, dibangun pada 2006 dengan biaya fantastis sebesar Rp9 miliar, seharusnya menjadi pusat transportasi strategis di atas lahan satu hektar.

Namun, alih-alih ramai, terminal ini justru terisolasi di dekat tempat pemakaman umum (TPU), menjadikannya lebih menyerupai “rumah hantu” daripada pusat aktivitas publik.

Kondisi Bangunan Terminal Tipe B

Terletak hanya 10 kilometer dari Labuan Bajo, pintu pariwisata Manggarai Barat, terminal ini seharusnya mendukung konektivitas daerah.

Namun, hingga kini, fasilitas tersebut kosong melompong tanpa fungsi, mempertegas statusnya sebagai proyek gagal.

Kedua fasilitas ini berada di jalur strategis ruas jalan nasional. Keduanya dibangun berdekatan, sekitar jarak 100 meter.

Selama dua dekade, keberadaan mereka tidak memberikan dampak positif, baik bagi masyarakat maupun untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Publik pun geram, menyebut proyek ini hanya menghabiskan uang negara tanpa asas manfaat. Mereka menuntut langkah konkret dari pemerintah untuk memastikan anggaran publik tidak lagi terbuang sia-sia di masa depan.

“Ini tidak hanya soal bangunan mangkrak, tetapi juga soal bagaimana pemerintah gagal merencanakan dan mengelola anggaran dengan baik,” kata Nadus warga setempat kepada Gbrnews.id, Jum’at (3/1/2025).

Menurutnya, meski sudah banyak kunjungan oleh anggota DPRD, DPR RI, dan DPD, serta janji-janji dari calon kepala daerah, kenyataannya tak ada perubahan yang berarti.

Mereka tak lagi ingin mendengar janji kosong, mereka butuh langkah konkret agar anggaran publik tidak terus-terusan terbuang sia-sia.

“Jangan biarkan uang negara terus dipertaruhkan dalam proyek-proyek yang tak berguna,” tegas Nadus.

Hingga berita ini diterbitkan, beberapa pihak masih dikonfirmasi**

 

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru