Warga Kampung Lete dan Kote Usulkan Pembangunan Jembatan ke DPRD Perindo

- Redaksi

Senin, 3 Februari 2025 - 14:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Petrus Yohanes Elmiance, pose bersama warga dapilnya usai reses berlangsung. (Foto: PE/ Nardin Lonnista)

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Petrus Yohanes Elmiance, pose bersama warga dapilnya usai reses berlangsung. (Foto: PE/ Nardin Lonnista)

Manggarai Timur – Warga Kampung Lete dan Kampung Kote, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, meminta pembangunan jembatan permanen saat reses anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Petrus Yohanes Elmiance, Sabtu (1/2/2025). Aspirasi tersebut mencakup infrastruktur dasar, kelangkaan pupuk subsidi, hingga fasilitas pendidikan.

Jembatan dan Infrastruktur Mendesak

Dalam pertemuan di Kantor Desa Gunung, Kepala Desa Leonardus Keo menegaskan perlunya pembangunan jembatan di lima kali utama, yaitu Waedara, Waerebak, Waelapang, Waeselir, dan Waeribon. Dari lima lokasi tersebut, pembangunan jembatan di Kali Waerebak dan Waeselir menjadi prioritas karena kondisi yang membahayakan warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Neka kimu ghami (jangan lupa kami) untuk selalu koordinasi untuk pembangunan semua sektor. Warga masyarakat menginginkan pembangunan infrastruktur dasar yang layak demi kelancaran distribusi hasil bumi dan mobilitas masyarakat dari desa ke kota,” ujar Leonardus.

Anggota BPD Desa Gunung, Aleksius Ivan, menceritakan pengalamannya nyaris terseret banjir di Kali Waeselir saat menyeberang dengan sepeda motor.

“Satu minggu lalu, saya nyaris terseret banjir di Kali Waeselir. Saat itu saya sedang menyeberangi kali dengan sepeda motor. Di tengah kali, motor saya tertahan oleh batu besar dan akhirnya terjatuh. Saya juga ikut jatuh dan terpaksa melepas motor yang hanyut,” ungkapnya.

Selain itu, Ivan juga menyoroti kelangkaan pupuk subsidi yang menyulitkan petani.

Kondisi Sekolah dan Kesehatan

Guru SDN Lete, Hilde Kasang, mengungkapkan bahwa dua ruang kelas di sekolahnya sudah tidak layak digunakan.

“Kami minta agar dua ruangan kelas itu bisa diperbaiki demi kelancaran dan kenyamanan proses kegiatan belajar mengajar (KBM),” ujarnya.

Sementara itu, mantan Kepala Desa Gunung, Tobias Dima, mendesak pembangunan Puskesmas Lete dan pengadaan air bersih untuk masyarakat.

“Sewaktu saya menjadi kepala desa, Pemdes sering mengusulkan hal ini, tetapi tak pernah direalisasikan oleh Pemda Manggarai Timur. Saya berharap aspirasi ini diperjuangkan di DPRD,” jelasnya.

Dima juga menyampaikan terima kasih kepada anggota DPRD Manggarai Timur dari Daerah Pemilihan Kota Komba yang telah menyalurkan bantuan 50 kursi untuk Kapela Lete dan sejumlah keramik untuk Gereja Kapela Lingkungan Kote.

“Saya mewakili umat atau masyarakat Stasi Lete mengucapkan terima kasih atas bantuan kursi plastik dan keramik,” tuturnya.

Kesulitan Warga Kampung Kote

Di Kampung Kote, Martinus Gilok dan Aloysius Belo mengusulkan pembangunan jembatan di beberapa kali besar serta irigasi untuk area persawahan. Mereka juga menyoroti kondisi anak-anak SDI Waekikong yang harus menyeberangi Kali Waerebak untuk bersekolah.

“Hari-hari anak sekolah dari kelas 1-6 SD sering menyeberangi kali tersebut. Saat musim hujan, kami para orang tua harus mengantar anak-anak untuk menyeberang Kali Waerebak. Potret ini sangat menyedihkan, mohon agar aspirasi kami disuarakan demi terwujudnya pembangunan jembatan permanen,” ujar keduanya.

Respons DPRD

Menanggapi aspirasi warga, Petrus Yohanes Elmiance menjelaskan bahwa semua aspirasi akan dibahas di DPRD dan disesuaikan dengan prioritas serta APBD Kabupaten Manggarai Timur.

“Saya pasti bersuara sesuai dengan kewenangan saya sebagai anggota DPRD untuk menyuarakan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur. Hal yang penting dari semua aspirasi ini yakni semua melalui Pemerintah Desa Gunung,” jelasnya.

Usulan Optimalisasi Pasar Waelengga

Selain infrastruktur, Yance, sapaan akrabnya, mengajak warga dari sembilan desa di Kecamatan Kota Komba untuk mengoptimalkan Pasar Waelengga.

“Saya minta diskusi kita semua. Saya tidak memaksa, tetapi menurut saya kita fungsikan Pasar Waelengga untuk menjual hasil bumi. Jika dikalkulasi, peredaran uang dari sembilan desa di Manggarai Timur diperkirakan mencapai Rp3-4 miliar yang selama ini masuk sebagai PAD Kabupaten Ngada. Alangkah baiknya jika kita semua bekerja sama untuk memanfaatkan Pasar Waelengga sehingga PAD masuk ke Manggarai Timur. Tentu hal ini perlu didiskusikan dengan semua pihak,” pungkasnya. (*)

Penulis : Nardin Lonnista

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru