LABUAN BAJO, GBRNews.id – Banjir kembali melanda Kampung Soknar, Dusun Lenteng, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.
Luapan sungai yang berada di sekitar permukiman warga membuat air tiba-tiba masuk ke rumah-rumah dan menggenangi seluruh bagian rumah. Dalam waktu singkat, air merendam perabot rumah tangga hingga barang-barang elektronik milik warga.
Sejumlah rumah yang terdampak banjir di antaranya milik Husen Pua Jul, Abdul Talib, Muhamad B, kios Mama Sumi, Ustajah Nuryati, Mustafa, Abdul Rahman, dan Samaila.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibat peristiwa tersebut, warga mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Banyak barang di dalam rumah tidak sempat diselamatkan karena air datang dengan cepat.
Sabtu malam, kepada Redaksi GBRNews.id, warga setempat mengungkapkan bahwa banjir yang merendam permukiman mereka bukanlah kejadian baru.
Menurut mereka, peristiwa serupa hampir terjadi setiap tahun, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut hingga menyebabkan sungai di sekitar kampung meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.
Kondisi yang terus berulang itu membuat masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah. Warga meminta solusi permanen agar persoalan banjir tidak terus menghantui mereka setiap musim hujan.
Mereka berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret, seperti melakukan normalisasi sungai, membangun drainase yang memadai, hingga membangun tanggul penahan banjir, sehingga kejadian serupa tidak lagi terulang dan warga dapat hidup lebih tenang tanpa dihantui ancaman banjir setiap tahun.
Dilanda Bencana Bertubi-tubi
Diberitakan sebelumnya, Sebelumnya, wilayah Dusun Lenteng dan Dusun Compang, Desa Golo Mori, juga dilanda bencana angin puting beliung disertai hujan deras pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 06.30 WITA.
Angin kencang tersebut mengakibatkan sedikitnya tujuh unit rumah warga mengalami kerusakan cukup parah.
Lebih memprihatinkan lagi, bangunan SDI Ra’ong rusak total akibat sapuan angin puting beliung. Sekolah yang sebagian besar bangunannya terbuat dari papan kayu itu roboh dan hancur hingga rata dengan tanah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, angin puting beliung melanda wilayah tersebut sejak sekitar pukul 06.00 WITA hingga pukul 08.00 WITA.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan cukup besar.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, rangkaian bencana yang terjadi dalam waktu berdekatan ini meninggalkan kerugian material yang cukup besar bagi warga. ***
Penulis : Tim Redaksi
Editor : Redaksi










