LEMBOR, GBRNews.id – Kecelakaan lalu lintas tunggal kembali terjadi di jalur ekstrem Jalan Trans Flores, tepatnya di Menurun Wae Nengke, Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 15.30 Wita.
Sebuah truk bernomor polisi F 8803 VC yang mengangkut sekitar 10 ton kulit kemiri terbalik hingga melintang di badan jalan. Truk tersebut diketahui melaju dari arah Ruteng menuju Labuan Bajo, dengan tujuan akhir Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kecelakaan itu tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berdampak pada mobilitas kendaraan yang membawa logistik bantuan pascagempa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan GBRNews.id, sejumlah kendaraan logistik bencana harus tertahan karena tidak dapat melintasi titik tersebut.
Kendaraan berukuran besar praktis tidak bisa melewati lokasi. Sementara kendaraan kecil masih dapat melintas dengan mengambil sisi kiri tepi jalan. Kondisi ini membuat pengendara harus ekstra hati-hati karena sisi jalan berada dekat dengan jurang.
Informasi yang dihimpun, kulit kemiri seberat sekitar 10 ton tersebut berasal dari Kabupaten Ende dan hendak dikirim ke Lombok. Truk dikemudikan seorang diri oleh Darti, warga asal Jawa Tengah. Beruntung, pengemudi selamat dalam insiden tersebut.
Di tengah situasi tersebut, sebuah truk bermuatan kulit kemiri dengan nomor polisi AG 9101 UF masih berhasil melewati jalur ekstrem Wae Nengke.
Sementara itu, kendaraan Pertamina milik PT Elnusa Petrofin yang membawa sekitar 8.000 liter BBM tujuan Labuan Bajo juga tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kendaraan tersebut terpaksa menunggu hingga truk yang terbalik berhasil dievakuasi dari badan jalan.
Warga dan para pelintas kemudian bahu-membahu melakukan rekayasa arus lalu lintas agar kendaraan kecil, termasuk kendaraan yang membawa kebutuhan masyarakat dan logistik pascagempa, tetap dapat melintas.

Kapolsek Lembor IPDA Vinsensius Hardi Bagus membenarkan telah menerima informasi terkait kecelakaan tersebut. Ia mengapresiasi laporan yang disampaikan awak media dan langsung meneruskannya kepada petugas piket.
Saat informasi diterima, IPDA Vinsensius mengaku sedang dalam perjalanan untuk mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak gempa Magnitudo 7,7 di wilayah Lembor.
“Terima kasih informasinya, saya teruskan ke piket, kami masih dalam perjalanan bawa bantuan,” tulisnya melalui WhatsApp.
Kecelakaan ini menjadi perhatian serius karena terjadi di tengah proses distribusi bantuan pascagempa. Terhambatnya akses di jalur Trans Flores berpotensi mengganggu pergerakan kendaraan yang membawa kebutuhan penting bagi masyarakat terdampak. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi






