LABUAN BAJO, GBRNews.id – Wasit Fredianus Adi Sudirman alias Fredi menegaskan sikapnya untuk tidak menempuh jalan damai dalam kasus dugaan penganiayaan yang menyeret Pelatih Komodo United, Romanus Novri.
Fredi memilih tetap melanjutkan proses hukum dan siap mengikuti perkara tersebut hingga persidangan. Sikap itu disampaikan setelah dirinya menjalani pemeriksaan sebagai saksi korban di Polres Manggarai Barat, Minggu (6/9/2026) malam.
Fredi datang ke Mapolres Manggarai Barat sekitar pukul 19.00 WITA. Ia didampingi kuasa hukum korban, Muhamad Tony, istri, ayah, serta puluhan anggota keluarga. Pemeriksaan berlangsung hingga sekitar pukul 22.10 WITA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kuasa hukum korban, Muhamad Tony, mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memenuhi panggilan penyidik sekaligus memberikan keterangan sebagai saksi korban terkait insiden yang terjadi seusai pertandingan babak 8 besar Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026.
“Pada malam hari ini kita hadir di sini untuk memenuhi panggilan dari teman-teman penyidik untuk memberikan keterangan saksi korban. Karena memang kemarin kan pas LP itu, pas keesokan harinya kena hari libur. Tambahan lagi hari Minggu, sehingga dua hari ini hari libur,” jelasnya usai mendampingi korban di Mapolres Manggarai Barat.
Ia mengatakan, pihaknya sebelumnya telah berkomunikasi dengan penyidik agar pemeriksaan terhadap korban dapat segera dilakukan.
Sementara itu, pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya akan dilanjutkan setelah memasuki hari kerja.
“Untuk saksi-saksi lain nanti pengembangannya setelah besok sudah mulai normal hari kerja, akan didisposisikan untuk dilanjutkan, dipanggil saksi-saksi lain yang berkaitan dengan perkara ini,” katanya.
Dalam pemeriksaan tersebut, Fredi dicecar sebanyak 27 pertanyaan oleh penyidik.
Tony menyebut pertanyaan itu berkaitan dengan kronologi insiden, mulai dari lokasi dan waktu kejadian, identitas pelaku hingga cara dugaan penganiayaan tersebut dilakukan.
“Ya, seputar insiden. Tentu ya standar lah ya, pertanyaannya terkait dengan kejadiannya di mana, kapan, kemudian pelakunya siapa, dengan cara bagaimana,” ujarnya.
Namun, dari 27 pertanyaan tersebut, terdapat satu poin yang dinilai penting bagi pihak korban, yakni mengenai kemungkinan adanya perdamaian dengan pihak terlapor.
Tony mengatakan, Fredi telah memberikan jawaban tegas. Fredi menolak tawaran perdamaian dan memilih melanjutkan proses hukum hingga persidangan.
“Saksi korban menegaskan tadi bahwa dia tidak mau menerima tawaran untuk perdamaian itu, dan dia akan siap untuk mengikuti proses ini sampai di persidangan,” tegas Tony.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan sikap korban dan keluarga. Terlebih, perkara dugaan penganiayaan terhadap wasit tersebut telah menjadi perhatian publik.
“Selain kepentingan korban dan keluarga, pada saat ini juga karena perkara ini adalah perkara yang menjadi atensi publik, maka kami tetap konsisten untuk tidak menerima bentuk tawaran mediasi atau perdamaian secara keluarga, yang pada akhirnya perkara ini dicabut,” katanya.
Kasus ini bermula dari pertandingan lanjutan babak 8 besar Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 antara Black Crown kontra Komodo United di Stadion Komodo, Jumat (4/9/2026) sore.
Black Crown akhirnya mengamankan tiket semifinal setelah menundukkan Komodo United dengan skor tipis 1-0.
Gol kemenangan Black Crown dicetak Pirlo melalui sundulan pada menit ke-97.
Namun, pertandingan tersebut kemudian diwarnai insiden kekerasan setelah peluit panjang dibunyikan pada menit ke-111.
Romanus Novri merangsek ke tengah lapangan dan melayangkan pukulan ke arah rahang kiri wasit utama, Fredi.
Akibat kejadian tersebut, Fredi mengalami cedera pada bagian pipi dan rahang. Ia kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis dan menjalani visum.
Kasus itu selanjutnya dilaporkan ke Polres Manggarai Barat melalui Laporan Polisi Nomor: LP/B/146/IX/2026/SPKT/POLRES MANGGARAI BARAT/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR, tertanggal 4 September 2026 pukul 20.35 WITA.
Imbau Semifinal Diberhentikan Sementara
Di tengah proses hukum yang berjalan, Muhamad Tony juga menyampaikan imbauan agar pelaksanaan PSSI Cup II Manggarai Barat dihentikan sementara.
Tony mengaku telah bertemu dengan Ketua Asosiasi Wasit untuk menyampaikan kekhawatiran terkait kelanjutan pertandingan semifinal hingga final.
“Saya sifatnya imbauan. Imbauan saya untuk kemudian mungkin bisa disampaikan atau diteruskan kepada panitia penyelenggara PSSI Cup II ini agar sebaiknya sepanjang proses ini berjalan, atau pelaku ini masih berkeliaran, sebaiknya dihentikan. Dihentikan dulu sementara,” ujarnya.
Menurut Tony, penghentian sementara diperlukan untuk mencegah munculnya persoalan baru selama proses hukum terhadap Romanus Novri berjalan.
Ia khawatir ada pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi sehingga kembali terjadi tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.
“Ya tentu saya tidak bisa menjamin bahwa dalam proses kelanjutan pertandingan semifinal sampai ke final dalam waktu dua hari ke depan itu sangat tidak kemungkinan pasti ada kelompok-kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab, yang kemudian memperkeruh suasana sehingga terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.
Tony juga menyinggung perkembangan penyidikan yang akan memasuki tahap pemeriksaan terhadap sejumlah saksi lainnya.
Menurut dia, mulai hari kerja berikutnya, penyidik akan memanggil saksi-saksi yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Ia berharap proses penyidikan berjalan cepat dan apabila telah terpenuhi sekurang-kurangnya dua alat bukti, status hukum Romanus Novri dapat ditingkatkan menjadi tersangka sesuai kewenangan penyidik.

“Nah, kalau memenuhi dua unsur alat bukti itu bisa dipastikan itu ya antara Rabu atau Kamis pelaku itu bisa ditetapkan tersangka dan bisa ditahan,” ujarnya.
Meski demikian, Tony menegaskan bahwa permintaan penghentian sementara turnamen tersebut merupakan imbauan, bukan keputusan dari pihak korban maupun kuasa hukum.
“Itu kan sifatnya imbauan ya. Tapi ya kita coba melihat respons dari teman asosiasi wasit besok, apakah itu dilakukan atau tidak,” tutupnya.
Pihaknya kini menyerahkan proses hukum kepada penyidik Polres Manggarai Barat, sembari memastikan Fredi dan keluarga tetap konsisten mengawal perkara tersebut hingga tuntas.
Jadwal Semifinal Tetap Dirilis Panitia
Dihimpun GBRNews.id, panitia telah merilis jadwal pertandingan semifinal Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 yang akan berlangsung pada Senin (7/9/2026).
Pada pertandingan pertama, Vamos Bajo FC akan menghadapi Terang FC. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 13.45 WITA.
Sementara pertandingan kedua mempertemukan Wae Sambi kontra Black Crown yang dijadwalkan kick-off pukul 15.50 WITA. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi






