Labuan Bajo, GBRNews.id –Penyelidikan atas kematian tragis Sustiana Melci Elda (23) di rumah suaminya, Eduardus Ungkang, Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, memasuki babak yang paling mendebarkan.
Kasus yang mengguncang publik ini memasuki tahap serius melalui pemeriksaan lebih mendalam melalui proses ekshumasi (pengambilan jenazah dari pemakaman) dan dilanjutkan dengan otopsi oleh tim ahli forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda NTT, Sabtu (12/10) pagi.
Pantauan Gbrnews.id, proses ekshumasi dan otopsi berlangsung tertutup di bawah tenda khusus dengan tirai yang melindungi dari pandangan umum. Kegiatan ini dimulai pukul 08.50 WITA hingga selesai pukul 10.40 WITA di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Watu Langkas, Desa Nggorang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah suasana tegang, pihak keluarga, termasuk Dorteus Lodik dan Destrianto, setia mendampingi jalannya pemeriksaan.
Langkah penting ini dilakukan oleh tim forensik Polda NTT dan inafis Polres Manggarai Barat untuk mengungkap penyebab pasti kematian Elda.
Mereka dengan cermat memeriksa setiap organ, baik bagian luar maupun dalam, untuk mencari tanda-tanda kekerasan atau bukti lainnya yang dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Kamis, 3 Oktober 2024 lalu yang mengakhiri hidup Elda.
Meski publik menantikan dengan sabar hasil otopsi, Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Lufthi Darmawan Aditya, belum bisa memberikan penjelasan lebih rinci.
“Kami baru saja melakukan otopsi, dan hasilnya belum bisa kami sampaikan. Nanti akan ada rilis resmi dari Polres Mabar. Mohon bersabar ya,” kata AKP Lufthi saat di konfirmasi Gbrnews.id di TPU Watu Langkas, usai gelar otopsi.**
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










