Tim Forensik Polda NTT Lakukan Ekshumasi dan Otopsi Jenazah Elda

- Redaksi

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 15:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Penyelidikan atas kematian tragis Sustiana Melci Elda (23) di rumah suaminya, Eduardus Ungkang, Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, memasuki babak yang paling mendebarkan.

Kasus yang mengguncang publik ini memasuki tahap serius melalui pemeriksaan lebih mendalam melalui proses ekshumasi (pengambilan jenazah dari pemakaman) dan dilanjutkan dengan otopsi oleh tim ahli forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda NTT, Sabtu (12/10) pagi.

Pantauan Gbrnews.id, proses ekshumasi dan otopsi berlangsung tertutup di bawah tenda khusus dengan tirai yang melindungi dari pandangan umum. Kegiatan ini dimulai pukul 08.50 WITA hingga selesai pukul 10.40 WITA di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Watu Langkas, Desa Nggorang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Di tengah suasana tegang, pihak keluarga, termasuk Dorteus Lodik dan Destrianto, setia mendampingi jalannya pemeriksaan.

Langkah penting ini dilakukan oleh tim forensik Polda NTT dan inafis Polres Manggarai Barat untuk mengungkap penyebab pasti kematian Elda.

Mereka dengan cermat memeriksa setiap organ, baik bagian luar maupun dalam, untuk mencari tanda-tanda kekerasan atau bukti lainnya yang dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Kamis, 3 Oktober 2024 lalu yang mengakhiri hidup Elda.

Meski publik menantikan dengan sabar hasil otopsi, Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Lufthi Darmawan Aditya, belum bisa memberikan penjelasan lebih rinci.

“Kami baru saja melakukan otopsi, dan hasilnya belum bisa kami sampaikan. Nanti akan ada rilis resmi dari Polres Mabar. Mohon bersabar ya,” kata AKP Lufthi saat di konfirmasi Gbrnews.id di TPU Watu Langkas, usai gelar otopsi.**

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Pilkades Mbeliling, 3 Petahana Tumbang, Quirinus Urudin Raih Suara Tertinggi 388
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WITA

Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya

Berita Terbaru