Terima SP2HP dari Polres Manggarai Barat, Keluarga Elda Berharap Keadilan Segera Terwujud

- Redaksi

Senin, 21 Oktober 2024 - 12:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Perkembangan terbaru kasus kematian Sustiana Melci Elda (23), yang diduga sebagai korban penganiayaan brutal di rumah suaminya, Eduardus Ungkang, di Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam.

Adrianus Jehadun, ayah dari almarhumah Elda begitu disapa, menyatakan bahwa keluarga korban sepenuhnya bergantung pada Polres Manggarai Barat untuk mengungkap fakta di balik tragedi ini.

Pada Sabtu malam (19/10), Adrianus menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) dari Polres Manggarai Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami terima surat ini sekitar pukul 22.00 WITA. Isinya tentang perkembangan hasil penyelidikan,” jelas Adrianus kepada
Gbrnews.id, Minggu malam (20/10).

Adrianus menyampaikan harapannya kepada Polres Manggarai Barat agar keadilan segera ditegakkan dalam kasus yang menimpa putrinya.

“Kasus kematian anak saya, kami sebagai keluarga korban menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.

Harapan Keluarga Terhadap Penegakan Hukum

Surat pemberitahuan tersebut merujuk pada laporan polisi Nomor: LP/B/150/X/2024/SPKT/Polres Manggarai Barat/Polda NTT dan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP. Sidik/72/X/RES.1.6/2024/Sat Reskrim, yang menyatakan bahwa kasus penganiayaan ini telah resmi dinaikkan ke tahap penyidikan pada Selasa, 15 Oktober 2024.

Penyelidik akan segera memeriksa saksi-saksi serta melakukan penyitaan barang bukti yang berhubungan dengan dugaan tindak pidana penganiayaan ini.

Namun, yang dinantikan oleh semua pihak adalah hasil autopsi terhadap jenazah Sustiana yang telah dilakukan pada Sabtu, 12 Oktober 2024.

Otopsi Sebagai Kunci Utama

Elda ditemukan tak bernyawa di rumah suaminya, dan dugaan penganiayaan menjadi titik fokus utama penyelidikan.

Autopsi terhadap jenazah Elda dilakukan oleh Tim Forensik Polda NTT dan Inafis Polres Manggarai Barat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Watu Langkas, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, pada Sabtu (12/10).

Hingga kini, hasil resmi autopsi belum dipublikasikan, dan keluarga besar almarhumah menunggu dengan penuh harap agar kasus ini bisa segera menemui titik terang.

Suami di Tengah Sorotan

Sementara itu, publik menyoroti peran suami almarhumah, Eduardus Ungkang, dalam insiden ini. Kecurigaan dan dugaan mengarah pada kemungkinan keterlibatannya, meskipun polisi belum merilis pernyataan resmi tentang statusnya dalam kasus ini.

Keluarga korban, bersama masyarakat Desa Nggorang, sangat mengharapkan agar penyidikan berjalan dengan cepat dan transparan.

Adrianus Jehadun bersama keluarga korban kini hanya bisa menunggu proses hukum yang berjalan.

“Kami berharap keadilan bisa ditegakkan. Anak kami meninggal dengan cara yang sangat tidak wajar dan kami ingin tahu siapa yang bertanggung jawab,” tambahnya. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Pilkades Mbeliling, 3 Petahana Tumbang, Quirinus Urudin Raih Suara Tertinggi 388
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WITA

Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya

Berita Terbaru