LABUAN BAJO, GBRNews.id – Kecelakaan lalu lintas hebat terjadi di Jalan Trans Labuan Bajo–Flores, tepatnya di Dusun Merombok, RT 006/RW 003, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 15.30 Wita. Tabrakan adu banteng antara mobil pikap bermuatan 51 galon kosong dengan Mitsubishi Xpander mengakibatkan delapan orang menjadi korban, dengan satu di antaranya mengalami patah tulang.
Insiden tersebut nyaris berubah menjadi tragedi yang lebih besar. Setelah benturan keras, Mitsubishi Xpander putih bernomor polisi EB 1126 GB meluncur tak terkendali hingga hampir menghantam sebuah toko penjualan peti jenazah di pinggir jalan. Beruntung, laju kendaraan berhasil dihentikan oleh sebuah tiang Telkom sehingga tidak menimbulkan korban tambahan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan bermula saat mobil pikap putih bernomor polisi F 8213 BA yang dikemudikan Stanislaus Dapa (22) melaju dari arah Labuan Bajo menuju Merombok sambil mengangkut puluhan galon kosong. Saat mencoba mendahului kendaraan di depannya, pengemudi diduga kehilangan kendali setelah sistem kemudi terasa berat hingga kendaraan masuk ke jalur berlawanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada saat bersamaan, dari arah Merombok menuju Labuan Bajo melaju Mitsubishi Xpander yang dikemudikan Aan Suwirahandi (34) dengan membawa enam penumpang, termasuk dua anak-anak. Tabrakan keras pun tak dapat dihindari. Benturan membuat pikap terbalik, sementara bagian depan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah.
Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, S.I.K., melalui Kasat Lantas AKP I Made Supartha Purnama, S.Sos., mengatakan personel Unit Gakkum Satlantas langsung bergerak ke lokasi usai menerima laporan masyarakat.
“Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas di jalur Merombok, Desa Golo Bilas. Anggota Unit Gakkum Satlantas bertindak cepat merespons laporan warga, mendatangi lokasi, dan memprioritaskan evakuasi para korban ke rumah sakit,” ujar Kasat Lantas dalam keterangannya, Senin (27/7).
Menurut polisi, pengemudi pikap diduga kurang berhati-hati saat mendahului kendaraan lain dengan kecepatan tinggi. Dugaan gangguan pada sistem kemudi menyebabkan kendaraan melebar ke jalur kanan hingga bertabrakan dengan Xpander yang datang dari arah berlawanan.
Akibat kecelakaan tersebut, Stanislaus Dapa hanya mengalami luka lecet. Sementara pengemudi Xpander, Aan Suwirahandi, mengalami patah tulang. Lima penumpang Xpander lainnya, yakni Siti Hijrah (26), Adiyani Nabila (10), Dwi Sri Rahayu (41), Muhamad Faeza (4), dan Santi (30), mengalami luka lecet. Dua penumpang lainnya, Aminah Isah (51) dan Nurhayati, dilaporkan selamat tanpa mengalami luka.
Selain menyebabkan delapan korban, kecelakaan juga mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp10 juta. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta mengamankan kedua kendaraan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kasat Lantas mengimbau seluruh pengguna jalan agar tidak memaksakan diri mendahului kendaraan lain jika kondisi jalan tidak memungkinkan. Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, terutama pada sistem kemudi dan pengereman.
“Kelaikan kendaraan seperti sistem pengereman dan kemudi sangat vital. Mari kita utamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan raya,” tegas AKP I Made Supartha Purnama. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










