LABUAN BAJO, GBRNews.id – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dari Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Manggarai Barat, Rofinus Rahmat, ST, menggelar kegiatan reses masa sidang I tahun anggaran 2025–2026 di RT 009, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Sabtu malam (20/12).
Reses tersebut menyoroti persoalan infrastruktur dasar dan ketertiban lingkungan di kawasan penyangga pariwisata super prioritas Labuan Bajo. Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Desa Gorontalo Ibrahim Ndung, Bhabinkamtibmas Lukman, Ketua RT 009 Ismail Ndung, Tua Golo Wae Mata Karolus, Tokoh Muda Rusman Soloman, organisasi pemuda Wae Mata, serta warga setempat.
Dalam dialog terbuka bersama masyarakat, Rofinus menegaskan bahwa status Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas harus dibarengi dengan penataan wilayah yang serius dan merata, termasuk di kawasan Wae Mata yang berada di wilayah perkotaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu isu utama yang mencuat adalah buruknya sistem drainase yang kerap menyebabkan genangan air saat musim hujan. Menurut Rofinus, penataan drainase menjadi tanggung jawab Dinas Cipta Karya, yang merupakan mitra kerja Komisi II DPRD Manggarai Barat.
“Saya minta warga sampaikan secara detail gang atau jalur mana yang belum ada drainase atau alirannya tidak jelas. Ini akan menjadi poin utama yang saya bawa dalam rapat kerja dengan Dinas Cipta Karya,” tegas Rofinus.
Ia juga menyinggung aspek sosial dalam pembangunan, khususnya terkait kesiapan warga untuk menghibahkan sebagian kecil lahannya demi jalur drainase.
“Drainase pasti melewati tanah warga. Keikhlasan kita untuk kepentingan bersama sangat dibutuhkan agar pembangunan bisa berjalan tanpa hambatan sosial,” tambahnya.
Selain drainase, persoalan sampah yang menyumbat saluran air turut menjadi keluhan warga. Menyikapi hal tersebut, Rofinus mendorong Organisasi Pemuda Wae Mata agar lebih proaktif melakukan aksi nyata.
“Untuk kondisi darurat seperti pembersihan sampah, jangan selalu menunggu pemerintah. Kalau pemuda berinisiatif kerja bakti, saya siap terlibat langsung. Saya yang siapkan kopinya,” ujarnya, disambut antusias warga.
Masalah klasik lain yang kembali mengemuka adalah ternak yang berkeliaran bebas di wilayah perkotaan. Rofinus menegaskan bahwa Peraturan Daerah (Perda) tentang penertiban ternak masih relevan dan berlaku.
Ia pun mengimbau para pemilik ternak agar memiliki kesadaran mandiri demi menjaga ketertiban dan wajah kota.

Menutup kegiatan reses, Rofinus Rahmat memberikan bantuan pembangunan rumah bersama pemuda Wae Mata sebesar Rp5 juta sebagai bentuk dukungan terhadap peran pemuda dalam pembangunan lingkungan. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










