LABUAN BAJO, GBRNews.id –Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Perpindahan Kampung Rangga Watu, masyarakat bersama Sanggar Embong Lino dan sejumlah unsur lokal siap menghidupkan kembali denyut budaya di tengah kemajuan pariwisata Manggarai Barat.
Perayaan yang akan berlangsung pada 10–11 November 2025 di Kampung Rangga Watu, Desa Golo Desat, Kecamatan Mbeliling ini akan diisi dengan seminar dan pentas seni budaya. Kegiatan tersebut mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Melalui Pengembangan Atraksi Wisata Budaya.”
Ketua Panitia, Daniel Din, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar nostalgia sejarah perpindahan kampung, melainkan bentuk nyata menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi yang dibawa pariwisata Labuan Bajo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Labuan Bajo semakin maju, dan kami ingin Rangga Watu menjadi bagian dari denyut kemajuan itu. Melalui seminar dan pentas seni, kami memperkuat kapasitas masyarakat agar budaya tetap hidup di tengah perkembangan wisata,” ujar Daniel kepada GBRNews.id, Jumat (7/11/2025).
Ia menegaskan, geliat wisata yang semakin pesat di kawasan Mbeliling perlu disertai dengan pelibatan masyarakat agar mereka menjadi pelaku aktif, bukan sekadar penonton.
“Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, punya kemampuan dan kebanggaan terhadap warisan budayanya. Karena budaya adalah wajah sejati dari pariwisata itu sendiri,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan seminar, ritual adat, dan misa syukur pada hari pertama, dilanjutkan pentas seni budaya pada hari kedua. Beragam atraksi khas Mbeliling akan ditampilkan, seperti Osong Suru, Tarian Tiba Meka, Pacek Pepak Mawo, Enggrang, Gena Lenca, Tetek Alu, hingga Caci.
Seminar tersebut melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Manggarai Barat, serta Himpunan Pramuwisata Indonesia (Tourism Hospitality). Fokusnya adalah meningkatkan kapasitas pelaku budaya dan UMKM agar mampu mengembangkan potensi wisata berbasis komunitas.
Perayaan ini juga menjadi bukti bahwa Kampung Rangga Watu siap tumbuh bersama pesona wisata Manggarai Barat tanpa meninggalkan akar tradisinya.
Daniel berharap kegiatan ini menjadi contoh bagaimana kampung-kampung di sekitar Labuan Bajo bisa ikut tumbuh bersama pariwisata tanpa kehilangan jati diri.
“Kami ingin Rangga Watu dikenal bukan hanya karena sejarahnya, tapi juga karena budayanya yang hidup dan menjadi daya tarik wisata,” ujarnya.

Ketua Panitia, Daniel Din, juga menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang ingin menyaksikan langsung dan mengabadikan momen bersejarah tersebut.
“Kegiatan ini terbuka untuk siapa saja. Kami mengundang masyarakat lokal dan wisatawan datang langsung ke Rangga Watu, menikmati keindahan budaya, dan mengabadikan setiap momennya. Inilah waktu terbaik melihat jantung budaya Mbeliling berdenyut,” tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan cinta terhadap warisan leluhur, Sanggar Embong Lino bersama masyarakat Rangga Watu siap mempersembahkan pesona budaya yang tak lekang oleh waktu. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










