Polres Mabar Siap Gelar Otopsi, Misteri Kematian Elda Akan Terungkap Sabtu Besok

- Redaksi

Jumat, 11 Oktober 2024 - 23:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Kematian tragis Sustiana Melci Elda (23) pada 3 Oktober 2024 di rumah suaminya, Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat, telah mengguncang hati keluarga dan menimbulkan pertanyaan besar bagi publik.

Misteri yang menyelubungi nasib Elda ini akan segera memasuki babak baru, Polres Manggarai Barat berencana melakukan otopsi pada Sabtu, 12 Oktober 2024.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Lufthi Darmawan Aditya menjelaskan otopsi ini tidak hanya bertujuan memeriksa kondisi fisik jenazah, tetapi juga sebagai langkah krusial dalam mengumpulkan bukti-bukti yang dapat mengungkap fakta di balik kematian Elda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Otopsi besok akan melibatkan tim forensik dari Kupang, Inafis serta pengamanan dari Polres Manggarai Barat,” kata AKP Lufthi, saat mendatangi rumah korban di Watu Langkas Desa Nggorang, sekitar pukul 19.57 WITA pada Jum’at (11/10) malam.

Proses otopsi direncanakan berlangsung mulai pukul 08.00 WITA, dan keluarga berharap hasilnya bisa membawa sedikit terang di tengah kegelapan misteri kematian Elda.

Hasil Visum Elda

Keluarga korban membawa jenazah Elda dari Kampung Nggilat, berangkat sekitar pukul 22.00 WITA. Perjalanan panjang penuh duka dan kecemasan berakhir di RSUD Komodo pada Jumat, 4 Oktober 2024 sekitar pukul 02.00 WITA.

Di sana, mereka menyerahkan tubuh Elda kepada pihak medis untuk dilakukan visum guna mengungkap lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi.

Visum dimulai pada pukul 06.56 WITA, saat hari baru mulai menyingsing, dan berakhir pada pukul 09.00 WITA. Selama proses tersebut, tim medis bersama keluarga korban menemukan luka-luka yang mengungkap penderitaan yang dialami Elda sebelum ajal menjemputnya.

Pada bagian bawah lutut kirinya, terlihat jelas sobekan yang disebabkan oleh benda tajam, meninggalkan jejak kekerasan yang tak terbantahkan. Lebam mengerikan menghiasi paha kiri dan kanan, seolah menunjukkan bekas benturan keras. Di rahang kirinya, tampak bengkak yang menandakan adanya kekerasan fisik yang brutal.

Luka lain ditemukan di bagian perut bawah sebelah kanan, sementara goresan tajam melukai tangan kirinya, menguatkan dugaan bahwa Elda sempat melawan atau mencoba mempertahankan diri.

Bekas lebam juga ditemukan di leher bawah, disertai tanda-tanda cekikan di sekitar leher, membuat dugaan kekerasan semakin jelas. Di pelipis kanannya, lebam lain terlihat, mempertegas betapa kerasnya penderitaan yang harus dialami Elda sebelum ajal menjemput.

Tidak hanya itu, bagian punggung Elda juga penuh dengan lebam, seakan mengisyaratkan benturan atau pukulan yang terus-menerus. Meski begitu, lidahnya tidak terjulur, dan matanya tertutup seakan ia sedang tertidur, meninggalkan kesan damai yang kontradiktif dengan luka-luka brutal yang ada di tubuhnya.

Anehnya, tangan kirinya terasa kaku, sementara tangan kanannya lembek dan lentur, sebuah kondisi yang membuat keluarga semakin bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada saat-saat terakhir Elda.

Penemuan-penemuan ini tidak hanya meninggalkan keluarga dalam duka mendalam, tetapi juga dengan pertanyaan yang belum terjawab tentang bagaimana Elda kehilangan nyawanya. Luka-luka tersebut adalah saksi bisu dari sebuah tragedi yang masih menjadi misteri.

Langkah Hukum: Laporan Resmi Keluarga

Ayah Elda, Adrianus Jehadun, secara resmi melaporkan kasus ini kepada Polres Manggarai Barat pada 7 Oktober 2024.

Nomor laporan STTLP/150/X/2024 menjadi langkah awal keluarga dalam mencari keadilan untuk putri mereka yang tewas dengan cara tragis.

Persetujuan Otopsi: Upaya Mengungkap Fakta yang Tersembunyi

Dalam langkah menuju pengungkapan fakta, keluarga Elda sepenuhnya mendukung proses otopsi.

Berti Agung, perwakilan keluarga, menyatakan bahwa keluarga korban telah berdiskusi matang dan tidak keberatan dengan otopsi, bahkan telah berkonsultasi dengan pihak pemerintah desa.

“Kami sudah mempersiapkan segala kebutuhan untuk otopsi, termasuk pemasangan tenda dan peralatan yang diperlukan,” jelas Berti kepada Gbrnews.id pada Jum’at (11/10) malam.

Surat persetujuan otopsi ditandatangani oleh ayah Elda, Adrianus Jehadun, disaksikan oleh beberapa anggota keluarga dan Kepala Desa Nggorang, Bonifasius Mansur.

Harapan Keluarga dan Publik

Keluarga Elda berharap hasil otopsi dapat mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi di balik luka-luka yang menghiasi tubuh Elda.

“Semoga dengan dilakukan otopsi ini, semua terungkap secara jelas”, ungkap Berti.

Tragedi ini bukan hanya soal kehilangan seorang anak, tetapi juga soal mencari keadilan dan memastikan bahwa pelaku, jika memang ada, dihukum sesuai dengan perbuatannya. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Bastian Bawa Uma Lantar Menang di Laga Pembuka PSSI Cup II Manggarai Barat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:41 WITA

PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick

Berita Terbaru