LABUAN BAJO, GBRNews.id – Kepala Kelurahan Labuan Bajo, Vinsensius Taso, membantah keras informasi adanya rencana mediasi antara warga dan pemilik Pioner Cafe yang disebut-sebut akan berlangsung pada Senin, 17 November 2025, di kantornya.
Lurah Vinsen mengaku terkejut ketika mendengar kabar tersebut, sebab tidak pernah ada penyampaian baik secara lisan maupun tertulis kepada pihak kelurahan.
“Kapan pertemuannya? Informasi dari siapa? Tidak ada pemberitahuan ini,” tegas Lurah Vinsen saat dikonfirmasi GBRNews.id, Minggu sore (16/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai langkah manajemen Pioner Cafe sebagai bentuk pengabaian terhadap pemerintah setempat, terlebih persoalan operasional usaha itu telah memicu keluhan warga Labuan Bajo hingga terjadi penyegelan dan penutupan usaha tersebut.
“Sering terjadi seperti ini di wilayah Kelurahan Labuan Bajo. Terjadi masalah baru libatkan kita. Sebelum-sebelumnya kemana?” ujarnya dengan nada kesal.
Lurah Vinsen menegaskan agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Ia mengingatkan seluruh pelaku usaha di wilayah kerjanya untuk lebih peka terhadap potensi ketidaknyamanan warga, terutama dalam lingkungan permukiman seperti di Labuan Bajo yang semakin berkembang sebagai kota pariwisata dunia.
“Saya harap semua pemilik usaha memperhatikan hal-hal yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan warga. Jangan sampai ada masalah baru kemudian cari pemerintah,” tandasnya.
Sebagai penutup, Lurah Vinsen menegaskan pentingnya koordinasi antara semua pihak.
“Kami di kelurahan menekankan, koordinasi yang baik antara pelaku usaha, warga, dan pemerintah itu wajib. Kalau tidak, iklim usaha di Labuan Bajo bisa terganggu dan memicu gesekan sosial,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, pemilik Pioner Cafe merespons cepat setelah video dan foto aksi penyegelan tempat hiburan malam itu viral di media sosial. Puluhan warga RT 015 Puncak Waringin, Kelurahan Labuan Bajo, menutup paksa kafe tersebut pada Jumat (14/11/2025). **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










