Penjaga Tanah Alo Oba: Pater Marsel Agot Ancam dengan Istilah “Purak Mukang Wajo Kampong”

- Redaksi

Senin, 2 Februari 2026 - 21:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id – Perseteruan antara Pater Marsel Agot, SVD dengan para karyawan penjaga lahan milik Alo Oba di kawasan Batu Gosok, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, terus bergulir dan kian memanas. Tiga orang penjaga lahan Alo Oba kembali buka suara, menanggapi klarifikasi Pater Marsel Agot yang sebelumnya disampaikan melalui sejumlah media.

Simon Jeriki alias John, salah satu penjaga lahan Alo Oba, menegaskan bahwa Pater Marsel Agot, SVD memang melontarkan bahasa bernada ancaman saat mendatangi lokasi tanah tersebut pada Kamis, 27 Januari 2026 lalu. Hal itu ia sampaikan kepada wartawan di Labuan Bajo, Minggu (1/2/2026).

Menurut John, peristiwa bermula ketika Pater Marsel Agot datang ke lokasi bersama sejumlah orang yang membawa parang, lalu memasang pilar di area tanah yang saat ini dijaga oleh pihak Alo Oba. Meski demikian, John mengaku tidak mempersoalkan tindakan tersebut karena menganggap klaim kepemilikan Pater Marsel masih sebatas klaim sepihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun situasi berubah ketika John meminta agar dirinya juga diperbolehkan memasang patok atau spanduk di lokasi yang sama. Permintaan itu, kata John, justru memicu respons keras dari Pater Marsel Agot.

“Ia ada ancaman. Waktu itu saya bilang, Pater sudah tanam patok kami tidak cegat. Tapi giliran saya mau pasang spanduk, dia bilang tidak boleh. Sejak itu nadanya mulai keras,” ungkap John.

John bahkan menirukan ucapan yang diduga bernada ancaman dari Pater Marsel Agot. Ia menyebut Pater Marsel mengatakan agar Alo Oba datang langsung ke lokasi, sembari menggunakan istilah adat Manggarai purak mukang wajo kampong yang berarti menyerang dan mengepung markas.

“Dia bilang suruh Alo Oba datang ke sini. Kalau tidak, kami panggil massa dari kampung,” tutur John.

John menegaskan bahwa klaim kepemilikan tanah oleh Pater Marsel Agot tidak pernah disertai penjelasan yang jelas. Karena itu, ia menyarankan agar Pater Marsel menghubungi tim kuasa hukum Alo Oba, sebagaimana nomor kontak yang tertera pada spanduk di lokasi.

“Saya bilang salah satu jalan ada nomor tim hukum, silakan hubungi kuasa hukum Alo Oba,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada pertemuan awal, Pater Marsel tidak pernah secara tegas menyatakan bahwa tanah yang disengketakan tersebut adalah miliknya.

“Pater tunjuk lokasi yang sekarang saya jaga, bukan ke pondok di seberang jalan. Sepengetahuan saya, itu tanah Alo Oba,” tambahnya.

Pernyataan John dikuatkan oleh Siprianus Transurdi, penjaga lahan Alo Oba lainnya. Ia memastikan bahwa ancaman tersebut benar-benar terjadi di lokasi.

“Memang ada ancaman. Dia bilang, mana Alo Oba suruh ke sini, kalau tidak kita panggil lagi massa dari kampung. Biar kita mati di sini kami tidak takut,” ujar Siprianus.

Hal serupa juga ditegaskan oleh Mansur, yang turut berada di lokasi saat kejadian. Menurutnya, Pater Marsel Agot mengucapkan kalimat bernada ancaman dengan suara tinggi.

“Dia bilang, mana Alo Oba suruh ke sini, biar kita mati di sini saja. Ini namanya purak mukang wajo kampong,” kata Mansur. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Pilkades Mbeliling, 3 Petahana Tumbang, Quirinus Urudin Raih Suara Tertinggi 388
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WITA

Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya

Berita Terbaru