Pasca Kebakaran, Pasturi di Merombok Tinggal di Gudang Gelap tanpa Meteran Listrik

- Redaksi

Kamis, 13 Februari 2025 - 02:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Hampir dua pekan berlalu sejak kebakaran melahap rumah Taufik Suldi (40) dan Nur Wahyuni (35), namun luka batin mereka belum juga sirna.

Rumah yang dulunya menjadi tempat bernaung kini tinggal puing, menyisakan hanya satu gudang berukuran 5×7 meter sebagai saksi bisu. Lebih dari itu, uang Rp200 juta modal usaha mereka juga ikut hangus dilalap api.

Saat ini, pasangan suami istri tersebut bersama kedua anaknya masih mengungsi di rumah orang tua Nur Wahyuni, Alimudin, yang tak jauh dari lokasi kebakaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, kondisi di sana semakin sulit karena rumah tersebut kini dihuni oleh tiga kepala keluarga.

“Kadang malam saya bersama adik-adik tidur di gudang. Rumah bapak mantu ditempati tiga kepala keluarga, jadi jumlah orang semakin banyak. Kami kesulitan sekali dengan kondisi ini,” ungkap Suldi kepada Gbrnews.id, Rabu (12/2/2025) malam.

Kesulitan semakin bertambah karena hingga kini belum ada kepastian dari PLN mengenai penggantian meteran listrik yang terbakar.

“Sejauh ini belum ada penjelasan dari PLN. Kalau ada meteran, bisa dipasang di gudang supaya ada penerangan. Kasihan, di sana gelap sekali. Tidak ada tetangga yang berani tarik arus karena masih trauma,” katanya.

Tanpa penerangan, malam di gudang terasa semakin berat bagi Suldi dan keluarganya, apalagi saat ia harus berjaga untuk mengamankan sisa barang dagangan mereka.

Kondisi kebakaran berlangsung, hanya gudang disampingnya luput dari kobaran api pada Sabtu (1/2/2025).  [Foto Gbrnews/Rino]
Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat itu terjadi pada Sabtu (1/2/2025) pukul 11.29 Wita. Api berasal dari korsleting listrik di kamar depan, lalu dengan cepat melahap seluruh rumah, termasuk uang tunai dan isi lemari.

Warga setempat bersama PLN, delapan anggota TNI, empat polisi, serta dua unit pemadam kebakaran berjuang keras memadamkan kobaran api. Setelah hampir satu jam, api akhirnya berhasil dijinakkan, tetapi rumah itu telah rata dengan tanah.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini sudah berupaya menghubungi pihak PLN ULP Labuan Bajo untuk dimintai tanggapannya, namun belum ada jawaban resmi. (*)

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru