Mukun, GBRNews.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai menghantui warga Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026).
Pantauan GBRNews.id pada Minggu (16/8/2026) sore di Pasar Mukun menunjukkan sejumlah POM mini dan penjual BBM eceran dalam kondisi kosong total. Stok BBM yang biasanya mudah ditemukan di tingkat pengecer, kini tidak tersedia untuk memenuhi kebutuhan warga.
Kondisi tersebut menjadi persoalan baru di tengah situasi pascagempa yang masih belum sepenuhnya pulih. Di satu sisi, sejumlah wilayah mengalami kerusakan dan aktivitas masyarakat terganggu. Di sisi lain, kebutuhan BBM justru meningkat, terutama untuk kendaraan dan generator listrik yang menjadi sumber penerangan alternatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah warga terpaksa mencari BBM ke tempat lain untuk memenuhi kebutuhan kendaraan maupun menghidupkan generator. Jika pasokan tidak segera didistribusikan, kelangkaan ini dikhawatirkan semakin menyulitkan warga yang tengah menghadapi situasi darurat.
Kelangkaan BBM juga terjadi ketika pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah masih belum stabil. Warga yang memiliki generator mengandalkannya untuk penerangan sekaligus mengisi daya telepon seluler agar tetap dapat berkomunikasi dengan keluarga dan pihak luar.
BBM Jadi Kebutuhan Mendesak
Pasca gempa, BBM bukan lagi sekadar kebutuhan kendaraan, tetapi menjadi kebutuhan penting untuk mendukung aktivitas warga dalam situasi darurat. Bahan bakar dibutuhkan untuk mengoperasikan generator yang menjadi sumber listrik sementara di sejumlah rumah, permukiman maupun lokasi pengungsian.
Di Desa Golo Meni, misalnya, pasokan listrik PLN masih belum stabil. Listrik dilaporkan kadang menyala dan kembali padam. Kondisi tersebut membuat generator menjadi salah satu alternatif utama warga untuk mendapatkan penerangan.
Ketersediaan BBM pun menjadi semakin krusial. Tanpa pasokan yang cukup, mobilitas warga, komunikasi, penerangan hingga proses penanganan pascagempa berpotensi ikut terganggu.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah untuk memastikan pasokan dan distribusi BBM kembali normal di Kecamatan Kota Komba Utara, terutama ke wilayah yang paling terdampak gempa.
Selain BBM, warga juga membutuhkan percepatan pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi, pendataan kerusakan rumah serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang masih mengungsi. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi






