LABUAN BAJO, GBRNews.id – Panitia Pelaksana Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 menegaskan pelaksanaan turnamen tetap berjalan meski kasus dugaan pemukulan terhadap wasit Fredianus Adi Sudirman alias Fredi yang menyeret Pelatih Komodo United, Romanus Novri, kini telah ditangani aparat kepolisian.
Panitia menyerahkan sepenuhnya proses hukum atas kasus tersebut kepada pihak kepolisian sesuai ketentuan yang berlaku.
Penegasan itu disampaikan Ketua Harian Pelaksana PSSI Cup II Manggarai Barat 2026, Rofinus Edison Risal, menyusul perkembangan kasus dan munculnya imbauan agar turnamen dihentikan sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, kuasa hukum korban, Muhamad Tony, mengimbau agar pelaksanaan PSSI Cup II dihentikan sementara hingga situasi dinilai lebih kondusif.
Tony mengaku telah bertemu dengan Ketua Asosiasi Wasit untuk menyampaikan kekhawatirannya terhadap keamanan pertandingan, terutama menjelang babak semifinal hingga final.
“Saya sifatnya imbauan. Imbauan saya untuk kemudian mungkin bisa disampaikan atau diteruskan kepada panitia penyelenggara PSSI Cup II ini agar sebaiknya sepanjang proses ini berjalan, atau pelaku ini masih berkeliaran, sebaiknya dihentikan. Dihentikan dulu sementara,” ujarnya.
Menurut Tony, penghentian sementara diperlukan untuk mengantisipasi munculnya persoalan baru selama proses hukum terhadap Romanus Novri berlangsung.
Ia juga mengkhawatirkan adanya pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi untuk kembali memicu keributan.
“Ya tentu saya tidak bisa menjamin bahwa dalam proses kelanjutan pertandingan semifinal sampai ke final dalam waktu dua hari ke depan itu sangat tidak kemungkinan pasti ada kelompok-kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab, yang kemudian memperkeruh suasana sehingga terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.
Tony juga menyebut proses penyidikan perkara tersebut masih berjalan. Dalam waktu dekat, penyidik disebut akan memeriksa sejumlah saksi yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Ia berharap proses penyidikan dapat berjalan cepat.
Menurut Tony, apabila penyidik telah memperoleh sekurang-kurangnya dua alat bukti yang cukup, status hukum Romanus Novri dapat ditingkatkan sesuai kewenangan penyidik.
“Nah, kalau memenuhi dua unsur alat bukti itu bisa dipastikan itu ya antara Rabu atau Kamis pelaku itu bisa ditetapkan tersangka dan bisa ditahan,” ujarnya.
Meski demikian, Tony menegaskan permintaan penghentian sementara turnamen tersebut hanya sebatas imbauan, bukan keputusan dari pihak korban maupun kuasa hukum.
“Itu kan sifatnya imbauan ya. Tapi ya kita coba melihat respons dari teman asosiasi wasit besok, apakah itu dilakukan atau tidak,” tutupnya.
Panitia Minta Proses Hukum Tak Ganggu Turnamen
Sementara itu, Ketua Harian Pelaksana PSSI Cup II Manggarai Barat 2026, Rofinus Edison Risal, meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Menurut Rofinus, setelah laporan resmi disampaikan kepada pihak kepolisian, aparat telah mulai bekerja menangani perkara tersebut.
“Biarkan berproses sesuai SOP kepolisian,” ujar Rofinus, Senin (7/9/2026).
Rofinus juga mengimbau pemain, ofisial, suporter, peserta turnamen maupun masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
Ia meminta proses hukum atas insiden tersebut tidak mengganggu keseluruhan pelaksanaan PSSI Cup II yang sejak awal dibangun sebagai ruang kompetisi, silaturahmi dan pembinaan sepak bola di Manggarai Barat.
Rofinus juga meminta agar berbagai pendapat dan kritik yang berkembang di ruang publik disampaikan secara bertanggung jawab. Ia mengingatkan agar informasi yang belum terverifikasi tidak berkembang menjadi tudingan yang justru dapat memperkeruh situasi.
Menurut Rofinus, sejak awal PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 diselenggarakan sebagai ajang kompetisi sekaligus wadah silaturahmi dan pembinaan sepak bola di Manggarai Barat.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memisahkan persoalan hukum yang sedang berjalan dengan keberlangsungan turnamen.
“Mari kita pisahkan antara insiden yang sedang diproses secara hukum dengan keberlangsungan turnamen. Jangan biarkan satu insiden menghapus semangat sportivitas dan kebersamaan yang telah dibangun bersama,” ujar Rofinus.
Ia juga meminta seluruh pihak untuk tidak menghalangi ataupun menghambat kelanjutan pertandingan PSSI Cup II.
Menurutnya, keputusan terkait jadwal dan tahapan pertandingan tetap dilaksanakan berdasarkan regulasi turnamen serta hasil koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Rofinus mengajak seluruh pihak menahan diri, menjaga keamanan dan ketertiban, serta memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan proses hukum secara profesional.
Dihimpun, panitia telah merilis jadwal semifinal Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 pada Senin (7/9/2026).
Pertandingan pertama mempertemukan Vamos Bajo FC kontra Terang FC yang dijadwalkan kick-off pukul 13.45 WITA.
Sementara laga kedua mempertemukan Wae Sambi kontra Black Crown pada pukul 15.50 WITA.
Dengan demikian, meski kasus dugaan pemukulan terhadap wasit Fredi masih berproses di kepolisian, agenda semifinal PSSI Cup II tetap dijadwalkan berlangsung sesuai agenda yang telah ditetapkan. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi






