Kematian Elda, Petrus Pampur Sebut Keluarga Ardus “Tidak Tahu Diri dan Tidak Tahu Malu”

- Redaksi

Jumat, 20 Desember 2024 - 20:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Kematian tragis Sustiana Melci Elda (22) di Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, pada 3 Oktober 2024 lalu, menyisakan luka mendalam sekaligus teka-teki yang mengundang amarah.

Dalam sebuah wawancara eksklusif Gbrnews.id pada Rabu (18/12/2024) malam, Petrus Pampur, salah satu pihak keluarga korban,mengecam keras suami Elda, Eduardus Ungkang alias Ardus dan keluarganya, yang menurutnya tidak menunjukkan tanggung jawab moral maupun kemanusiaan.

“Ardus dan Keluarganya itu tidak tahu diri dan tidak tahu malu,” tegas Pampur, menyuarakan kekecewaan keluarga besar Elda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petrus Pampur mengungkap sejumlah kejanggalan yang menyelimuti kematian Elda. Dimulai dari isu sederhana seperti pinjaman uang, yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama sebagai pasangan suami istri, hingga ketidakhadiran Ardus dan keluarganya dalam momen-momen krusial pasca kejadian.

“Pinjaman itu untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Tapi mengapa orang tua Ardus tidak menunjukkan upaya apa pun untuk menyelesaikan masalah rumah tangga anak mereka?” ujarnya.

Kejanggalan lainnya terjadi ketika kabar duka pertama kali diterima keluarga korban di Watu Langkas. Yang menyampaikan berita bukanlah Ardus atau kedua orang tuanya, melainkan seorang kerabat lain, Natalia Din.

“Mengapa bukan suaminya sendiri yang memberi tahu? Di mana Ardus saat istrinya ditemukan meninggal dunia?” tanya Petrus Pampur.

Ketika keluarga korban tiba di rumah duka pada malam kejadian, mereka menemukan jenazah Elda tergeletak di lantai dalam kondisi mengenaskan.

Tidak ada Ardus atau kedua orang tuanya yang menyambut kedatangan keluarga korban. Yang ada hanyalah beberapa warga setempat, perwakilan pemerintah desa, anggota TNI, dan pihak kepolisian.

“Ke mana mereka saat itu? Mengapa mereka tidak berada di rumah duka?” tanya Petrus Pampur.

Lebih mengejutkan lagi, keluarga Ardus dilaporkan berada di rumah warga lain, diduga menghindar karena takut bertemu keluarga korban.

Ketika akhirnya ayah Ardus, Levi Yohanes Nuang, muncul, ia tampak santai dengan pakaian kasual, tanpa menunjukkan empati atau kesedihan. Sikap ini semakin memancing kemarahan keluarga korban.

Keluarga korban merasa tidak mendapatkan jawaban yang memadai dari pihak keluarga Ardus. Akhirnya, mereka membawa pulang jenazah Elda sambil berharap kebenaran dapat terungkap melalui jalur hukum.

“Kami sudah memberikan semua informasi yang diperlukan oleh pihak kepolisian, mulai dari visum hingga otopsi. Kami hanya ingin keadilan ditegakkan,” tegas Petrus Pampur.

Ia juga menambahkan bahwa keluarga Ardus telah melanggar banyak janji adat terkait pernikahan Elda dan Ardus. Hubungan mereka, yang sah secara adat dan telah menghasilkan seorang anak, seharusnya menjadi tanggung jawab penuh keluarga Ardus.

Di tengah rasa duka dan frustrasi, keluarga besar Elda meminta pihak berwenang untuk mengusut kasus ini dengan serius.

Mereka menegaskan bahwa ini bukan kasus kekerasan dalam rumah tangga biasa, melainkan sebuah tragedi yang membutuhkan perhatian hukum.

“Harus ada keadilan. Kami tidak punya banyak uang untuk memperjuangkan kasus ini, tapi hati kami tidak akan tenang sebelum kebenaran terungkap,” tutup Petrus Pampur penuh harap. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Bastian Bawa Uma Lantar Menang di Laga Pembuka PSSI Cup II Manggarai Barat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:41 WITA

PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick

Berita Terbaru