Kejari Manggarai Barat Selamatkan Rp2,09 Miliar dari Korupsi Proyek Jalan Golowelu–Orong dan Irigasi Wae Kaca

- Redaksi

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejaksaan Negeri Manggarai Barat menunjukkan uang hasil pemulihan kerugian negara sebesar Rp2,09 miliar dalam konferensi pers penanganan perkara tindak pidana korupsi, Rabu (3/6/2026) pagi. (Foto Rino/GBRNews.id)

Kejaksaan Negeri Manggarai Barat menunjukkan uang hasil pemulihan kerugian negara sebesar Rp2,09 miliar dalam konferensi pers penanganan perkara tindak pidana korupsi, Rabu (3/6/2026) pagi. (Foto Rino/GBRNews.id)

LABUAN BAJO, GBRNews.id — Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat berhasil memulihkan kerugian keuangan negara senilai Rp2.094.098.671 dari dua perkara tindak pidana korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), yakni proyek pembangunan Jalan Golowelu–Orong dan pembangunan Irigasi Wae Kaca.

Keberhasilan tersebut diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Rabu pagi (3/6/2026).

Dalam kesempatan itu, tumpukan uang tunai pecahan Rp100 ribu yang tersusun rapi di atas meja menjadi perhatian utama dan menggambarkan hasil nyata pemulihan kerugian negara dari perkara korupsi yang ditangani Kejari Manggarai Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Yoanes Kardinto, mengatakan uang yang berhasil diamankan berasal dari dua perkara korupsi proyek infrastruktur yang sebelumnya telah diputus pengadilan dan berkekuatan hukum tetap.

Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Yoanes Kardinto, mengatakan uang yang berhasil diamankan berasal dari dua perkara korupsi proyek infrastruktur yang sebelumnya telah diputus pengadilan dan berkekuatan hukum tetap.

“Uang sebesar itu merupakan pemulihan kerugian keuangan negara dari dua perkara tindak pidana korupsi yang telah inkrah. Setelah proses ini selesai, uang tersebut akan kami serahkan melalui Bank BNI untuk dikembalikan ke kas negara,” ujar Yoanes.

Perkara pertama adalah kasus korupsi pembangunan Jalan Golowelu–Orong Tahun Anggaran 2021–2022 dengan total kerugian negara sebesar Rp1.838.973.271. Dalam perkara ini, Kejari Manggarai Barat berhasil memulihkan seluruh kerugian negara dari para terpidana.

Mereka yang terlibat dalam perkara tersebut yakni Siprianus Barut selaku Direktur PT Putri Karisma Mandiri, Joseph Jemadi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pangkriasius, Fransiskus, serta Antonius Okan selaku Direktur PT Sumba I Grup.

Sementara itu, perkara kedua merupakan korupsi pembangunan Irigasi Wae Kaca Tahun Anggaran 2021 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp388.652.216. Dari jumlah tersebut, Kejari baru berhasil memulihkan Rp255.125.400.

Para terpidana dalam kasus Irigasi Wae Kaca adalah Stephanus Edigiusukur selaku PPK Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Irwan Ardana selaku pengawas dari PT Gripa Mitra Konsultan, serta Fidelis Suhari selaku penyedia dari PT Juta Teknik Mandiri.

Meski telah berhasil memulihkan lebih dari Rp2 miliar kerugian negara, Kejari Manggarai Barat masih terus melakukan upaya penelusuran aset untuk mengembalikan sisa kerugian yang belum dibayarkan para terpidana.

“Kami masih melakukan asset tracing terhadap terpidana yang belum mengembalikan seluruh kerugian negara. Harta benda yang ditemukan nantinya akan disita, dilelang, dan hasilnya diserahkan kembali kepada negara,” kata Yoanes.

Ia menjelaskan, sebagian dana yang berhasil dipulihkan berasal dari penyitaan aset selama proses penyidikan, termasuk kendaraan yang kemudian dilelang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya maksimal kejaksaan dalam mengembalikan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi.

Menurut Yoanes, pengembalian kerugian negara yang dilakukan para terpidana selama proses persidangan turut menjadi salah satu pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan putusan.

“Memang faktanya mereka mendapatkan keringanan karena telah mengembalikan kerugian keuangan negara,” ujarnya.

Keberhasilan memulihkan Rp2,09 miliar dari kasus korupsi proyek Jalan Golowelu–Orong dan Irigasi Wae Kaca menunjukkan bahwa penanganan perkara korupsi tidak hanya berfokus pada pemidanaan pelaku, tetapi juga pada upaya mengembalikan uang negara yang hilang agar dapat kembali dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi
Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat
Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE
Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI
Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya
Berikut Nama-Nama Cakades Terpilih di Kecamatan Komodo, Nardin Raih Suara Terendah
Hasil Pilkades Kecamatan Komodo, Ibrahim Ndung Tertinggi 1.015 Suara, Alimudin 545
Pilkades Mbeliling, 3 Petahana Tumbang, Quirinus Urudin Raih Suara Tertinggi 388
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:42 WITA

Sebulan Berlalu, Polres Mabar Belum Ungkap Perkembangan Kasus Wasit Fredi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 23:19 WITA

Beredar Isu Panas Pilkades Macang Tanggar, Selisih 1 Suara Dipersoalkan, Dinamika Horizontal Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Polres Mabar Resmi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus Dugaan ITE

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Transparansi Kasus Dua Prajurit TNI di Mabar, Surati Panglima TNI hingga DPR RI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:06 WITA

Hasil Pilkades Tiga Desa di Kecamatan Boleng, Ini Cakades Terpilih dan Raihan Suaranya

Berita Terbaru